Dangdut Berpadu Kepedulian: IDJ Jatim Gelar Malam Puncak “Mencari Bintang” di Sidoarjo
SIDOARJO, FileNews.id - Sidoarjo kembali menjadi panggung besar bagi musik dangdut Jawa Timur. Pada malam Minggu, 27 September 2026, Insan Dangdut Jawa Timur (IDJ) menyelenggarakan “Malam Puncak IDJ Mencari Bintang & Duta Dangdut & Santunan Anak Yatim Piatu” di Kantor Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Sidoarjo, Jl. Sultan Agung No. 34, Magersari, kawasan Alun-Alun Kabupaten Sidoarjo.
Acara yang dimulai pukul 18.00 WIB itu tidak sekadar menyajikan kompetisi bakat dan pemilihan duta, tetapi juga menghadirkan aksi sosial melalui santunan anak yatim piatu.
Ketua IDJ Jawa Timur, Ayunda Goba Maksum (Lailatul Hamdiya Maksuda), menegaskan bahwa gelaran ini merupakan wujud komitmen organisasi untuk menjadikan dangdut sebagai ruang apresiasi seni sekaligus wadah kepedulian sosial.
“Kami ingin dangdut menjadi ruang apresiasi seni sekaligus wadah kepedulian. Ini tentang harmoni antara hiburan dan tanggung jawab sosial,” ujar Ayunda di sela acara.
Malam puncak ini menjadi kulminasi dari proses pencarian bakat yang telah berlangsung beberapa waktu sebelumnya. Para talenta muda dangdut dari berbagai daerah di Jawa Timur tampil menunjukkan kemampuan terbaik mereka, mulai dari kategori anak-anak, remaja, hingga umum.
Puncaknya, pengumuman pemenang disertai penyerahan piala dan hadiah, serta prosesi penyematan mahkota bagi Duta Dangdut terpilih yang menjadi sorotan utama malam itu.
Namun, IDJ sengaja merancang malam ini agar tidak hanya berfokus pada kompetisi. Sisi humanis dihadirkan lewat agenda santunan untuk anak yatim piatu. Langkah ini menegaskan bahwa IDJ tidak ingin dangdut sekadar menjadi tontonan, tetapi juga gerakan sosial yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.
Malam puncak dibuka dengan registrasi peserta dan tamu undangan, sebelum memasuki acara inti pada pukul 18.40 WIB. Nuansa religius dan kebangsaan kental terasa sejak awal,, menyanyikan lagu Indonesia Raya, serta Mars IDJ yang dipimpin oleh Ibu Aida.
Acara dibuka oleh MC yang kemudian mengantar ke penampilan pertama, yaitu solo violin oleh Evelyn Surya Asmoro (12 tahun) yang membawakan dua lagu. Penampilan kedua dilanjutkan oleh M. Zaky Kurniawan (16 tahun) pada violin dan Alif Ardiansyah pada vokal yang membawakan lagu “Rungkad”. Acara ditutup dengan permainan biola oleh Areta Natania Calista, siswi kelas 4 SD, yang membawakan dua lagu.
Tari Remo oleh Cahya Management Surabaya menjadi pembuka nuansa khas Jawa Timur sebelum memasuki sambutan-sambutan penting.
Hadir dalam acara tersebut perwakilan Kadisporapar Sidoarjo, perwakilan Bupati Sidoarjo, perwakilan Kapolresta Sidoarjo, perwakilan Dandim Sidoarjo, perwakilan Kapolsekta Sidoarjo, lintas komunitas, tokoh masyarakat, dan tokoh agama.
Berikut urutan agenda utama yang mengisi malam tersebut:
18.40–18.50 WIB: Pembukaan acara inti
18.50–19.00 WIB: Penampilan Tari Remo oleh Cahya Management Surabaya
19.00–19.10 WIB: Menyanyikan Indonesia Raya dan Mars IDJ dipimpin oleh Ibu Aida
19.10–19.30 WIB: Sambutan Ketua IDJ Ayunda Goba Maksum
19.30–19.35 WIB: Pembacaan doa oleh Gus Yasin
19.35–19.40 WIB: Prosesi penyerahan santunan anak yatim piatu
19.40–20.00 WIB: Penyerahan piala dan hadiah kepada pemenang
20.00–20.20 WIB: Penyematan mahkota Duta Dangdut 2026 IDJ
20.20–selesai: Foto bersama dan ucapan selamat kepada para pemenang
Urutan acara ini dirancang agar pesan sosial tidak tenggelam oleh hiruk-pikuk kompetisi. Momen santunan ditempatkan sebagai bagian integral dari malam puncak, bukan sekadar sisipan.
Dalam sambutannya, Ayunda Goba Maksum menyampaikan bahwa kehadiran Yayasan IDJ di Jawa Timur bertujuan untuk menjadikan dangdut yang bermartabat dan membina talenta berbakat untuk ke jenjang nasional maupun internasional. Ia juga mengucapkan terima kasih atas dukungan Pemerintah Sidoarjo yang memberikan tempat sehingga acara dapat terselenggara.
“Langsung saja pada pokok permasalahan IDJ. Kenapa hadir Yayasan IDJ di Jawa Timur? Karena kami segenap pengurus dan pendiri ingin hadir untuk menjadikan dangdut yang bermartabat dan membina dangdut, talenta yang berbakat untuk ke jenjang nasional ataupun internasional,” ujar Ayunda.
Berikut Daftar Pemenang Lengkap
Putra Duta Dangdut IDJ 2026
Juara 1: Khalif Ardiansyah
Wakil 1: Erlangga
Wakil 2: Muhammad Rafi
Putri Duta Cilik IDJ 2026
Juara 1: Alin Mahil
Wakil 1: Ghea Putri Mahesa
Wakil 2: Ferlita
Putri Duta Dangdut IDJ 2026
Juara 1: Aqila Shafa Meirsha
Wakil 1: Debi Lorenza (diwakilkan Bunda Nandira)
Wakil 2: Zahra Aurora
Juara Lomba Karaoke IDJ Mencari Bintang
Kategori Anak-Anak/Kecil
Juara I: Zahra (1070)
Juara II: Verlita (1060)
Juara III: Levina (1045)
Harapan I: Rafi (975)
Harapan II: Haqya (970)
Harapan III: Khalif (910)
Berbakat: Arbella (965)
Kategori Remaja
Juara I: Deby Lorenza (1085)
Juara II: Nadia (1075)
Juara III: Ajeng (1046)
Harapan I: Zahra (1015)
Harapan II: Erlangga (945)
Kategori Umum
Juara I: Atok (1120)
Juara II: Nadhira (1111)
Juara III: Maulana (1073)
Harapan I: Aji (1028)
Harapan II: Selvin (1025)
Aqila Safa, siswi SMA Islam Krian berusia 17 tahun, terpilih sebagai Putri Duta Dangdut Jawa Timur 2026. Dalam wawancara singkat usai acara, ia mengungkapkan kebahagiaannya dan rencana ke depan.
“Saya berumur 17 tahun, saya berasal dari SMA Islam Krian, Sidoarjo,” ujarnya.
Menurut Akhila, ada sekitar 20–30 peserta di kategorinya yang mengikuti seleksi sejak awal. Proses seleksi kemudian diambil babak 16 besar sebelum akhirnya masuk ke tahap final.
“Saya menambah wawasan lagi, relasi yang pastinya ya biar lebih jago, terus belajar vokal lebih dalam apalagi untuk lagu dangdut,” katanya ketika ditanya soal persiapan.
Setelah mendapatkan predikat ini, Aqila berkomitmen untuk melestarikan musik dangdut agar lebih dikenal seluruh warga Indonesia.
“Bagus, jadi banyak sekali peserta yang antusias ya ikut untuk membanggakan lagu-lagu dangdut ke kancah internasional maupun nasional,” tambahnya.
Sebagai sosiolog yang mengamati peralihan peradaban, gelaran seperti ini menarik dibaca bukan hanya sebagai event hiburan, tetapi sebagai cermin perubahan sosial. Dangdut, yang sering distigma sebagai musik “kelas bawah”, justru menunjukkan kapasitasnya sebagai medium solidaritas lintas kelompok.
Dalam konteks psikologi sosial, kehadiran anak yatim piatu di panggung yang sama dengan bintang dangdut menciptakan pengalaman emosional bersama. Penonton tidak hanya terpukau oleh suara, tetapi juga tersentuh oleh cerita. Di sinilah dangdut berfungsi ganda: menghibur dan mengikat solidaritas sosial.
Ayunda Goba Maksum tampaknya memahami betul dimensi ini. Dengan memadukan kompetisi, pemilihan duta, dan santunan, IDJ membangun narasi bahwa bintang dangdut masa depan haruslah figur yang tidak hanya pandai bernyanyi, tetapi juga peka terhadap lingkungan sosialnya.
Abah Karjo, salah satu tokoh dangdut Jawa Timur dan pimpinan OM Avita, memberikan apresiasi tinggi terhadap acara ini. Ketika ditanya komentarnya tentang acara dan bakat-bakat penyanyi yang ia lihat, Abah Karjo menjawab singkat namun penuh makna.
“Ya, sekarang apa... pemula-pemula itu banyak sekarang. Suaranya bagus-bagus, anaknya cantik-cantik. Pokoknya sip lah!” ujarnya.
Harapan Baru bagi Dangdut Jawa Timur
Malam puncak ini diharapkan menjadi titik awal bagi lahirnya bintang-bintang baru dangdut Jawa Timur yang tidak hanya mahir berdendang, tetapi juga memiliki jiwa kepedulian tinggi. Para pemenang dan Duta Dangdut terpilih diharapkan dapat menjadi duta budaya yang membawa pesan positif ke masyarakat luas.
Bagi Sidoarjo, acara ini juga menjadi bukti bahwa ruang publik seperti Disporapar dapat dimanfaatkan untuk kegiatan yang menggabungkan seni, kompetisi, dan aksi sosial. Ini adalah model event yang relevan dengan semangat kota yang terus berkembang, namun tetap memegang nilai-nilai kemanusiaan.
Seperti kata Ayunda, “Dangdut bukan hanya soal panggung, tapi juga soal hati.” Dan malam itu, hati penonton di Sidoarjo ikut bergetar, bukan hanya karena irama kendang, tetapi karena ada kepedulian yang dinyanyikan bersama.
(Rophy Pareno)


