Night of Glitz & Glam: Deluxe Entertainment Surabaya Bangkit, Legenda 33 Tahun Kembali Menggema
SURABAYA, FileNews.id - Dunia hiburan malam Kota Pahlawan kembali dihangatkan oleh kebangkitan sebuah nama yang tak asing: Deluxe Entertainment. Setelah lebih dari tiga dekade eksis, venue hiburan malam legendaris itu menggelar “Night of Glitz & Glam”, sebuah pernyataan bahwa Deluxe bukan sekadar kenangan masa lalu, melainkan legenda yang kembali untuk melegenda di era baru.
Acara yang berlangsung tiga malam berturut-turut, 22–24 September 2026, di Gedung Siola Lantai 6 (The Sixth), bukan sekadar perayaan ulang tahun. Ini adalah momentum strategis Deluxe untuk menegaskan posisi, memperbarui citra, dan merebut kembali hati pasar hiburan malam Surabaya yang kian kompetitif.
33 Tahun Eksis: Dari Legenda Masa Lalu ke “The Legend Returns”
Deluxe Entertainment berdiri sejak 1993, melewati berbagai gelombang perubahan tren, regulasi, dan dinamika sosial di Surabaya. Dalam sambutan internal pada Selasa sore (22/9), Emanuel Xeto, selaku Owner Representatif, menyebut Deluxe sebagai “legenda hidup” yang harus terus diperbarui.
“Kita berusaha membangkitkan lagi legenda yang pernah ada 33 tahun yang lalu. Sekarang kita lagi berusaha untuk bisa menjadi legenda lagi di Surabaya. Legenda hidup, Deluxe, Pak Santoso khususnya para orang tua,” ujar Emanuel di hadapan jajaran direksi, manajer, talent, dan staf operasional.
Ia mengakui bahwa label “legenda” bisa bermakna ganda: di satu sisi prestisius, di sisi lain berisiko dianggap “kuno”. Karena itu, tema “The Legend Returns” dipilih untuk menegaskan bahwa Deluxe kembali dengan wajah baru, sistem baru, dan pasar yang lebih terarah.
“Kalau bilang legenda itu artinya sarat dengan kuno. ‘Oh legenda itu kan hidup di masa lalu.’ Kenapa kami bilang tema anniversary tahun 2026 ini adalah Legend is Return? Artinya legenda kembali untuk melegenda di tahun 2026 ke depan,” jelasnya dalam wawancara terpisah.
Malam Pertama: Dari Sesi Internal Penuh Emosi ke Panggung “Glitz & Glam”
Sebelum lampu sorot diarahkan ke panggung hiburan, Selasa malam di Hall The Sixth diawali dengan suasana kekeluargaan. Sejak pukul 18.00 WIB, ruangan telah dipenuhi direksi, staf, dan pegawai. Acara dibuka MC, dilanjutkan sambutan manajemen, prosesi potong kue taart, dan doa bersama sebagai bentuk syukur atas satu tahun perjalanan di bawah kepemilikan dan manajemen baru.
Dalam sambutannya, Emanuel menyampaikan pesan yang cukup personal dan emosional kepada seluruh pegawai:
“Ini rumah kita bersama. Jadi pesan saya, kalau kalian nanti bosan dengan Deluxe, tolong rumah ini jangan dihancurkan, jangan dijelek-jelekkan, jangan dirusak rumah kita ini. Karena bagaimanapun juga, kalau ketika kalian meninggalkan Deluxe, jangan lupa teman-teman kalian masih mencari makan di sini.”
Ia menekankan bahwa sekitar 200–300 orang masih menggantungkan hidup dari Deluxe, mulai dari talent, mami, hingga staf operasional. Karena itu, ia meminta siapa pun yang keluar untuk tetap menceritakan hal baik tentang Deluxe.
“Kalau kalian keluar dari Deluxe, ceritain yang baik-baik soal Deluxe. Karena di sini masih ketinggalan teman-teman kalian yang kurang lebih ada 200 orang, sampai 300 orang masih mencari makan di rumah ini. Ini rumah kita. Saya juga mencari makan di sini, manajemen cari makan di sini, semua,” tegasnya diiringi tepuk tangan riuh.
Sesi formal ditutup dengan pemotongan kue yang dihadiri perwakilan owner, manajer, mami, dan staf, menjadi simbol syukur sekaligus komitmen bersama untuk melangkah ke fase berikutnya.
Hiburan Berkelas: ONÉCOUSTIC, DJ Set, dan Janji “Glitz & Glam”
Pukul 19.30 WIB, suasana beralih dari internal ke publik. Panggung utama diisi bergantian oleh ONÉCOUSTIC BAND yang menghadirkan nuansa akustik hangat, serta sejumlah DJ seperti DJ FEBY, DJ FIRLY, JEFE, dan WELYA ART yang menghidupkan sisi elektronik dan dance.
Visual acara didominasi warna emas dan hitam, mencerminkan tema “Glitz & Glam” yang ingin dihadirkan di setiap sudut: dari dekorasi, lighting, hingga penampilan talent. Deluxe ingin tamu tidak hanya datang untuk minum atau bernyanyi, tetapi merasakan pengalaman sensorik yang konsisten antara kemewahan, kenyamanan, dan hiburan berkualitas.
Untuk menambah daya tarik, Deluxe menyiapkan sejumlah penawaran eksklusif selama acara anniversary, antara lain:
Voucher senilai Rp1.000.000 untuk pelanggan (dengan syarat dan ketentuan berlaku).
Komplimen 1 selected bottle untuk minimum pembelian tertentu.
Fun games seperti Golden Bullseye dengan hadiah menggiurkan.
Program ini dirancang bukan hanya untuk menarik keramaian, tetapi juga sebagai bentuk apresiasi kepada pelanggan setia yang telah menemani Deluxe selama bertahun-tahun.
Filosofi “Tamu adalah Partner”: Dari Pintu Masuk hingga Antar Pulang
Di balik kemewahan visual dan hiruk-pikuk musik, Deluxe membangun identitasnya pada filosofi pelayanan yang khas. Emanuel menjelaskan bahwa salah satu alasan Deluxe bisa bertahan 33 tahun adalah pendekatan “bekerja dengan hati” dan memperlakukan tamu sebagai partner, bukan sekadar konsumen.
“Kami selalu menyambut tamu di depan pintu sampai ketika tamu pulang. Pengalaman saya di tempat lain, selesai bayar, kami pulang. Tapi kalau di sini tidak, kami diantarkan. Bahkan, tamu itu kalau dia tidak punya kendaraan, kami antarkan sampai ke rumahnya,” tuturnya.
Bagi Deluxe, memastikan tamu pulang dengan selamat adalah bagian dari tanggung jawab moral bisnis hiburan malam. Ini menjadi pembeda yang konsisten dari masa ke masa, bahkan ketika kompetitor bermunculan dengan konsep lebih muda dan modern.
“Filosofi Deluxe adalah tamu adalah partner kami di sini. Makanya kami selalu bilang bekerja dengan hati. Artinya kalau tamu datang, kami sambut di depan pintu, kemudian sampai pulang, tamu kita bawa sampai ke rumah. Karena kita meyakinkan supaya tamu sampai di rumah dengan selamat. Itu pertama, dan itu berlangsung dari dulu sampai sekarang,” jelas Emanuel.
Bebas Narkoba dan Prostitusi: Menjaga Identitas “Homie” dan Aman
Di tengah stigma yang sering melekat pada industri hiburan malam, Deluxe secara konsisten menegaskan posisinya sebagai ruang hiburan yang bebas narkoba dan prostitusi. Ini bukan sekadar slogan, melainkan SOP yang diterapkan sejak lama.
“Deluxe ini benar-benar satu tempat hiburan yang menyediakan fasilitas menyanyi, karaoke, dan segala macam. Di sini jelas, kami tidak ada yang namanya narkoba. Itu yang pertama, itu adalah SOP kami bahwa tidak ada narkoba, tidak ada prostitusi di dalam Deluxe. Jadi benar-benar murni adalah kami cuma sebagai entertainment,” tegas Emanuel.
Ia mengakui bahwa di masa lalu, Deluxe sering dikenal dengan narasi “ceweknya cantik-cantik”. Namun, narasi itu kini ingin digeser menjadi lebih substansial: tempat yang nyaman, homie, dan aman. Desain room yang dibuat seperti ruang tamu, tanpa lampu disko yang berlebihan, menjadi bagian dari strategi menciptakan atmosfer “rumah kedua” bagi tamu.
“Keunggulan Deluxe adalah kita dengan tamu itu membuat mereka nyaman. Jadi di sini seperti homie, nyaman, dan terbebas dari narkoba dan prostitusi. Itu sih intinya,” ujarnya.
Kampanye “Against Drugs Abuse” dan aturan ketat 21+ yang tercantum dalam setiap publikasi acara juga menjadi bagian dari komitmen menciptakan lingkungan hiburan yang bertanggung jawab.
Membaca Perubahan Zaman: Strategi Deluxe Menghadapi KTV Baru dan Pasar yang Bergeser
Dalam beberapa tahun terakhir, lanskap hiburan malam Surabaya berubah cepat. KTV dan lounge baru bermunculan dengan konsep lebih muda, teknologi lebih mutakhir, dan target pasar yang agresif. Di tengah persaingan ini, Deluxe memilih untuk tidak diam.
Emanuel mengakui bahwa pergeseran demografi pasar hiburan malam kini mengarah ke usia 30–50 tahun, kelompok yang sudah memiliki daya beli lebih stabil. Karena itu, Deluxe melakukan reposisi pasar dan modernisasi infrastruktur secara bertahap.
“Market kita berubah. Kita berusaha untuk umur 30 sampai 50 tahun market kita. Kedua, kita pakai teknologi sekarang. Semuanya, mulai dari sistem… kita punya Omnibox, sekarang semua kita dengan sistem digital. Jadi pelayanan, pelaporan, POS, semua absensi itu semua sudah digital,” paparnya.
Deluxe juga memperbarui database lagu karaoke dengan mengintegrasikan YouTube, agar tidak ketinggalan dari kompetitor yang lebih dulu mengadopsi fitur serupa. Renovasi room menjadi lebih modern dan homie, serta pembaruan sistem penomoran dan kerja sama dengan talent, menjadi bagian dari strategi “Legend Returns”.
“Kita berusaha untuk umur 30 sampai 50 tahun market kita… Jangan sampai nanti orang menganggap Deluxe itu sudah kuno. Legenda, tapi legenda yang benar-benar tampilan baru. Itu sih strategi kita untuk menghadapi pesaing-pesaing kita yang baru-baru muncul di Surabaya, yang lebih modern. Kita juga memodernisasikan diri,” pungkasnya.
“Rumah Bersama”: Pesan Sosial di Balik Bisnis Hiburan
Di balik angka, room, dan strategi bisnis, ada dimensi sosial yang kuat dalam narasi Deluxe kali ini. Pernyataan Emanuel tentang “rumah bersama” dan permintaan agar mantan pegawai tidak “merusak rumah” mencerminkan kepedulian terhadap ratusan keluarga yang menggantungkan hidup dari venue ini.
Dalam konteks sosiologis, ini menunjukkan bagaimana sebuah bisnis hiburan malam tidak hanya beroperasi sebagai entitas ekonomi, tetapi juga sebagai ruang sosial yang mengikat banyak orang: dari talent, mami, keamanan, hingga staf operasional. Ketika Deluxe berkata “ini rumah kita”, ia sedang membangun narasi solidaritas internal di tengah industri yang sering kali rapuh terhadap isu moral dan regulasi.
Pesan ini juga bisa dibaca sebagai respons halus terhadap berbagai stigma dan isu yang pernah muncul di sekitar Deluxe, termasuk demo ormas beberapa waktu lalu. Dengan menekankan identitas sebagai tempat hiburan yang bersih dari narkoba dan prostitusi, serta menonjolkan aspek “kekeluargaan” dan “tanggung jawab sosial”, Deluxe berusaha mereposisi diri di mata publik dan pemangku kepentingan.
Detail Acara “Night of Glitz & Glam”
Bagi masyarakat Surabaya yang ingin menyaksikan langsung kebangkitan sang legenda, berikut detail acara:
Penyelenggara: Deluxe Entertainment (at The Sixth)
Waktu: Selasa–Kamis, 22–24 September 2026
Lokasi: Gedung Siola Lt. 6, Surabaya
Reservasi: 0822 2872 8699
Ketentuan: 21+ & Bebas Narkoba
Mengingat antisipasi keramaian tinggi, Deluxe menyarankan tamu untuk melakukan reservasi terlebih dahulu.
Sinar Emas di Langit Malam Surabaya
“Night of Glitz & Glam” bukan sekadar tajuk pesta. Ia adalah simbol kelahiran kembali sebuah warisan hiburan di Surabaya. Dengan kombinasi hiburan berkualitas, penawaran eksklusif, lokasi strategis di jantung kota, dan komitmen terhadap keamanan serta etika, Deluxe Entertainment berusaha membuktikan bahwa legenda tidak harus usang.
Di bawah slogan “The Legend Returns”, Deluxe ingin menulis babak baru: bukan lagi sekadar tempat yang dikenang karena masa lalunya, melainkan venue yang dipilih karena relevansinya di masa kini dan masa depan.
Seperti kata Emanuel, “Kita bekerja dengan hati.” Di atas panggung yang berkilau emas, di antara dentuman musik dan tawa tamu, Deluxe berharap sinar emas itu tak hanya menghiasi malam, tetapi juga meneruskan jejak 33 tahun yang telah mengukir namanya di langit hiburan Surabaya.
(Rophy Pareno)


