MPLS SDN Pepelegi 1 Ditutup Meriah: Dari Yel-Yel Hingga Penanaman Pohon Simbol Kolaborasi Sekolah dan Orang Tua
SIDOARJO, filenews.id - Sorak sorai siswa, dentuman yel-yel kelas, hingga aksi panggung ekstrakurikuler mewarnai halaman SDN Pepelegi 1 pada hari terakhir Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), pekan ini. Kegiatan penutupan yang dikemas meriah itu menjadi penanda berakhirnya masa orientasi bagi siswa baru sekaligus awal kebersamaan mereka di bangku sekolah dasar.
Berbalut seragam Pramuka cokelat lengkap dengan dasi merah-putih, para siswa tampil penuh percaya diri. Sejak pagi, halaman sekolah yang bercat warna-warni itu berubah menjadi panggung ekspresi. Setiap kelas adu kreativitas lewat yel-yel kompak dengan gerakan semangat. Teriakan “SDN Pepelegi 1, Pesat Berkarya!” menggema, disambut tepuk tangan teman dan guru.
Tidak hanya yel-yel, penampilan ekstrakurikuler juga menjadi sorotan. Grup tari dengan kostum hitam kompak membawakan gerakan energik. Tim Taekwondo unjuk kebolehan dengan jurus dan pemecahan papan. Barisan Pramuka lainnya menampilkan atraksi semaphore dan pengibaran bendera merah-kuning dengan penuh kedisiplinan. Bahkan beberapa siswa terlihat menonton dari balkon tangga hijau sekolah, ikut bersorak mendukung teman-temannya.
Puncak Acara: Penghargaan dan Pesan Kepala Sekolah
Momen puncak berlangsung saat upacara penutupan. Kepala SDN Pepelegi 1, Denok Setyarini yang akrab disapa “Bu Denok”, berdiri di depan para siswa dan guru. Dengan mengenakan batik khas, ia menyampaikan pesan motivasi agar siswa baru terus semangat belajar dan menjaga nama baik sekolah.
Di samping meja upacara, jajaran piala kejuaraan berjajar rapi. Sorak paling riuh pecah ketika salah satu siswa mengangkat tinggi-tinggi piala juara, menjadi simbol semangat kompetisi sehat yang ditanamkan sejak dini.
“Ini bukan hanya penutupan MPLS, tapi pembukaan semangat baru. Anak-anak harus berani tampil, berani berkarya,” ujar Pak Udin di hadapan siswa.
Simbolis Penanaman Pohon: Libatkan Wali Murid
Yang membuat MPLS tahun ini berbeda adalah pelibatan orang tua. Sebagai bentuk simbolis, perwakilan wali murid baru diajak melakukan penanaman pohon di lingkungan sekolah. Dalam foto terlihat dua orang ibu, salah satunya mengenakan batik dengan name tag “Ika Suyarmi”, bersama-sama memegang pot tanaman sebelum menanamnya ke tanah.
Aksi sederhana itu sarat makna. Sekolah ingin menanamkan nilai kepedulian terhadap lingkungan sekaligus membangun sinergi antara sekolah, siswa, dan orang tua sejak hari pertama.
Kegiatan ditutup dengan foto bersama. Para juara lomba berbaris memegang piala, dikelilingi para guru yang tersenyum bangga. Tagar #PesatBerkarya yang diusung sekolah pun terasa hidup — bukan sekadar slogan di dinding, tapi semangat yang benar-benar diperagakan siswa.
Dengan berakhirnya MPLS, masa pengenalan di SDN Pepelegi 1 tidak hanya soal aturan dan tata tertib. Lebih dari itu, ini tentang menumbuhkan rasa bangga, keberanian tampil, dan cinta pada sekolah sejak hari pertama.
(Rophy Pareno)


