Wisuda Universitas PGRI Adi Buana Surabaya UAB: 1.486 Lulusan Diingatkan, Gelar Bukan Garis Akhir

Wisuda Universitas PGRI Adi Buana Surabaya UAB: 1.486 Lulusan Diingatkan, Gelar Bukan Garis Akhir

SURABAYA, FileNews.id – Graha Hasta Brata, Sabtu (3/10/2026), dipenuhi toga biru dan senyum haru orang tua. Sebanyak sekitar setengah dari 1.486 wisudawan Program Sarjana dan Magister Universitas PGRI Adi Buana (UAB) Surabaya resmi dikukuhkan pada wisuda Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026.

Wisuda kali ini mengusung tema "Edutechnopreneurship untuk Kampus Berdampak". Bagi kampus, tema itu bukan sekadar hiasan panggung. Lulusan diharapkan punya ilmu yang kuat, mental wirausaha, dan kecakapan teknologi, lalu memakainya untuk memberi manfaat bagi orang di sekitarnya.

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Kepala LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur, Ketua PGRI Jawa Timur, pengurus PPLP PT PGRI Surabaya, hingga para guru besar ikut hadir. Kursi wisudawan dan tribun penuh oleh keluarga yang datang mendampingi.

Rektor UAB, Dr. Untung Lasiyono, S.E., M.Si., menegaskan bahwa ijazah saja tidak cukup. Menurutnya, lulusan harus bisa membaca peluang, menciptakan karya, bahkan membangun usaha, supaya ilmunya bernilai ekonomi dan terasa manfaatnya.

"Setelah saudara-saudara melaksanakan wisuda sebagai seorang sarjana maupun sebagai seorang magister, bukan berarti selesai semua. Teruslah belajar, teruslah berkarya, teruslah memberikan dampak," pesannya.

Ia juga menyinggung konsep sarjana berdampak, magister berdampak, dan kampus berdampak. "Kontribusi itu diberikan kepada semua yang ada di sekitar kita yang membutuhkan," tegasnya.

Ketua panitia, Dr. Adi Bandono, M.Pd., memberikan keterangan saat diwawancarai awak media, mengatakan banyak lulusan UAB mendapat pekerjaan kurang dari enam bulan setelah lulus. Kampus, katanya, ingin lulusan punya karakter wirausaha. "Apa yang dilakukan itu bernilai ekonomi dan berdampak bagi masyarakat," ujarnya.

Beliau menambahkan, bahwa keterampilan digital sudah dimasukkan ke kurikulum semua program studi. Menurutnya, siapa pun lulusannya, guru, tenaga profesional, atau pelaku ekonomi, kini harus akrab dengan teknologi.

UAB juga memperluas jejaring. Di luar negeri, kampus ini bekerja sama dengan Universitas Sultan Sharif Ali di Brunei dan jejaring pendidikan Indonesia di Malaysia. Di dalam negeri, mitranya mencakup perguruan tinggi, dunia industri, serta Pemerintah Kota Surabaya dan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo.

"Kami ingin membangun sinergi yang saling mendukung, terutama pemanfaatan lulusan kita untuk mengisi peluang kerja, baik di pemerintahan, sekolah, ataupun perusahaan," ungkapnya.

Tahun ini UAB juga membuka dua prodi sarjana baru, S1 Teknologi Informasi dan S1 Bisnis Digital. Kampus ini kini tersebar di lima lokasi: Ngagel Dadi dan Dukuh Menanggal di Surabaya, Gondang di Mojokerto, serta PSDKU di Lamongan dan Blitar.

Di sela acara yang formal, Rektor sempat mencairkan suasana. "Rektor juga manusia, wisudawan juga manusia. Maka itu mari kita bersama-sama untuk lebih rileks sedikit," ujarnya. Ia lalu turun dari panggung dan menyapa langsung seorang wisudawati. Tawa pun pecah di seluruh ruangan.

Kepada para orang tua, Rektor menyampaikan terima kasih sekaligus permintaan maaf yang mengundang senyum. "Mohon maaf jika selama putra-putri Bapak dan Ibu melaksanakan kuliah, selalu ada waktunya membayar UTS, waktunya membayar UAS, waktunya KKN dan sebagainya," katanya.

Rektor mengingatkan bahwa wisuda bukan perpisahan. "Saudara-saudara sebagai alumni bukan lepas dari Adi Buana. Saudara-saudara tetap menjadi warga Universitas Adi Buana," katanya. Alumni diharapkan terus berkontribusi lewat riset, pengabdian masyarakat, kewirausahaan, dan jejaring profesional.

Hari itu setengah dari 1.486 lulusan melangkah keluar dari Graha Hasta Brata dengan satu pesan yang sama: ilmu baru bermakna kalau dipakai.

(Dwi N. H)