Gali Potensi dan Nalar Kritis, Siswa SD Muhammadiyah 13 Surabaya Antusias Ikuti Asesmen Sains 2026 KPM

Gali Potensi dan Nalar Kritis, Siswa SD Muhammadiyah 13 Surabaya Antusias Ikuti Asesmen Sains 2026 KPM
Foto : Siswa siswi SD Muhammadiyah 13 Surabaya ikuti Asesmen Sains 2026

SURABAYA, FileNews.id - Pagi itu suasana kelas di SD Muhammadiyah 13 Surabaya dipenuhi ketegangan terkontrol dan semangat belajar. Pada 3 Agustus 2026, ratusan siswa kelas 3 hingga 6 berkonsentrasi menjawab soal dalam Asesmen Sains 2026 yang diselenggarakan secara offline oleh Klinik Pendidikan MIPA (KPM) Cabang Surabaya. Acara ini bukan sekadar uji materi; panitia merancangnya untuk mengasah kemampuan penalaran ilmiah dan mempersiapkan peserta menuju Kompetisi Sains Nalaria Realistik (KSNR) ke-8 se-Indonesia.

Penyelenggara menegaskan bahwa asesmen menggunakan soal yang telah melalui validasi oleh Executive Board Committee International Mathematics and Science Olympiad (IMSO) yang melibatkan para pakar dari berbagai negara. Karakter soal berorientasi pada penalaran dan Higher Order Thinking Skills (HOTS), sehingga sejalan dengan tujuan Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) serta mendorong siswa berpikir kritis, bukan sekadar menghafal fakta.

"Kegiatan Asesmen Sains 2026 ini merupakan wadah yang sangat luar biasa bagi anak-anak untuk mengukur kemampuan penalaran berbasis HOTS sekaligus melatih mental kompetitif mereka sejak dini," ujar Kepala SD Muhammadiyah 13 Surabaya. "Tetaplah semangat belajar, jangan takut dengan soal yang menantang, karena proses hari ini adalah batu loncatan untuk mencetak prestasi gemilang di kancah nasional maupun internasional melalui ajang KSNR mendatang."

Manfaat praktis asesmen, menurut panitia, meliputi beberapa aspek penting:
Meningkatkan literasi sains siswa, membantu perluasan wawasan dan pemahaman mendalam terhadap Ilmu Pengetahuan Alam.
Mengukur penguasaan kompetensi IPA sebagai bahan evaluasi bagi proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).
Menyajikan soal berpenalaran dan berstandar HOTS yang mendukung tujuan AKM.
Menyediakan analisis output kemampuan siswa berupa tinjauan mendalam terhadap pengerjaan soal.

Menjadi salah satu pertimbangan dalam menetapkan peserta yang akan mewakili sekolah pada babak penyisihan KSNR.
Di lapangan, guru pendamping melaporkan antusiasme yang nyata. Beberapa siswa terlihat saling bertukar bisik-senyum sesaat sebelum memulai, tanda gugup namun bersemangat. Kepala sekolah dan tim pengajar memanfaatkan hasil asesmen tidak hanya untuk memilih calon peserta kompetisi, tetapi juga untuk menyesuaikan kurikulum dan strategi pembelajaran IPA agar lebih berfokus pada pengembangan keterampilan berpikir tingkat tinggi.

Bagi SD Muhammadiyah 13, partisipasi dalam Asesmen Sains ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan meningkatkan mutu pendidikan dan menumbuhkan budaya ilmiah sejak usia dini. Sekolah berharap hasil asesmen akan memotivasi siswa untuk mencintai sains, membiasakan diri menghadapi soal-soal penalaran kritis, dan pada akhirnya mampu bersaing hingga tingkat nasional melalui KSNR.

Dengan pijakan penilaian yang valid dan pendekatan pembelajaran yang berorientasi keterampilan berpikir, kegiatan seperti Asesmen Sains 2026 menunjukkan bagaimana intervensi terukur dapat menjadi pemicu peningkatan kualitas pendidikan dasar di kota-kota seperti Surabaya.


(Rophy Pareno)