Wihaji Gandeng APKLI-P Perkuat Ekonomi Keluarga Menuju Indonesia Emas

Wihaji Gandeng APKLI-P Perkuat Ekonomi Keluarga Menuju Indonesia Emas
Wihaji Gandeng APKLI-P Perkuat Ekonomi Keluarga Menuju Indonesia Emas

JAKARTA, FileNews.id — Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN RI, DR. H. Wihaji, mendorong sinergi dengan Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia Perjuangan (APKLI-P) untuk memperkuat ekonomi sekaligus mewujudkan keluarga Indonesia yang tangguh, sejahtera dan bahagia.

Hal itu disampaikan DR. H. Wihaji saat menerima audiensi Munas VI APKLI-P yang dipimpin Ketua Umum APKLI-P, DR. Ali Mahsun ATMO, M.Biomed., di Jakarta, Rabu (19/8/2026).

DR. H. Wihaji menegaskan, pembangunan Indonesia harus dimulai dari keluarga sebagai komunitas terkecil. Menurutnya, di tengah perubahan peradaban, ketahanan keluarga menjadi benteng utama ketahanan bangsa, dengan kekuatan ekonomi keluarga sebagai salah satu fondasinya.

"Kalau ingin Indonesia maju, adil, dan makmur harus dimulai dari komunitas bangsa yang terkecil, yaitu keluarga. Untuk itu, saya banyak berharap ke Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia Perjuangan (APKLI-P) terus dan tetap di garda terdepan dalam pembangunan dan pemberdayaan ekonomi keluarga", Ucapnya.

Beliau juga menilai peran perempuan, khususnya emak-emak, sangat strategis dalam menopang ketahanan ekonomi keluarga.

Sementara itu, DR. Ali Mahsun ATMO, M.Biomed., mengapresiasi keberpihakan Wihaji terhadap PKL dan UMKM. Ia menilai ekonomi rakyat memiliki peran besar dalam pembangunan keluarga.

Beliau bahkan menyinggung sejarah program Grameen Bank yang disebutnya memiliki keterkaitan dengan pengembangan program pemberdayaan ekonomi keluarga BKKBN dan kemudian mengantarkan Muhammad Yunus dari Bangladesh meraih Nobel.

Dalam audiensi tersebut, APKLI-P juga meminta DR. H. Wihaji memberikan pengarahan sekaligus menutup resmi Munas VI APKLI-P 2026 di Asrama Haji Jakarta, serta meluncurkan agenda Modal Usaha Produktif dan Pendampingan (MUPP) bagi PKL-UMKM Indonesia.

DR. Ali Mahsun, M.Biomed., berharap sinergi Kemendukbangga/BKKBN dan APKLI-P terus diperkuat untuk mendukung Indonesia menyambut puncak bonus demografi 2030 dan mewujudkan target Indonesia sebagai negara maju pada 2045.

Beliau didampingi Ketua Wanhatnas, Prof DR Edi Slamet Irianto, Bendahara Umum Rien Mahkota Rosa, SH., Dewan Pakar DR Handini Wulan, Waketum Drs. Ali Akbar Soleman Batubara, Meihadir Ahmad, SH. dan Ahlan ELfaz, S.Sos., Ketua Suharto, SS. M.Ikom, MM., dan Wasekjen R. Iman Kadarusman, Tri Timbul Prasubakti, S. Komp,dan Ilhan Yulianto. Pada kesempatan yang sama, Staf Khusus M. Shoim Haris mendampingi Mendukbangga/Kepala BKKN RI.

(Red)