SD Muhammadiyah 13 Gelar Simulasi Kebakaran bersama Damkar Surabaya

SD Muhammadiyah 13 Gelar Simulasi Kebakaran bersama Damkar Surabaya
Foto: Suasana simulasi kebakaran di SD Muhammadiyah 13 Surabaya

SURABAYA, FileNews.id - Halaman SD Muhammadiyah 13 Surabaya berubah menjadi arena pembelajaran kesiapsiagaan pada Kamis, 30 Juli 2026. Ratusan siswa berkumpul antusias mengikuti simulasi kebakaran yang dipandu langsung oleh petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Surabaya.

Sesi dimulai di ruang kelas dengan penyampaian materi oleh instruktur Damkar, Reno. Dengan bahasa sederhana dan gaya interaktif, Reno menjelaskan definisi kebakaran, penyebab umum, serta sikap mental yang harus dipertahankan saat menghadapi keadaan darurat: tenang, cepat, dan taat instruksi. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang muncul selama sesi.

“Anak-anak harus tahu sejak dini bahwa keselamatan itu bisa dilatih,” ujar Reno, sambil memperagakan langkah evakuasi sederhana yang mudah diingat siswa.

Setelah pembekalan teori, kegiatan dilanjutkan ke praktik di lapangan. Tim Damkar mendemonstrasikan teknik pemadaman yang disesuaikan untuk anak-anak dan mengajak siswa mencoba langkah dasar di bawah pengawasan petugas, antara lain:
1. Menutup titik api dengan karung atau kain goni yang dibasahi, untuk api kecil. 
2. Demonstrasi dan praktik penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), termasuk posisi, cara memegang, dan arah semprot yang benar. 
3. Simulasi pemadaman api akibat kebocoran tabung gas rumah tangga, materi yang mendapat perhatian besar karena relevansinya dengan kondisi rumah siswa.

Selain praktik, siswa diperkenalkan pada armada Damkar, termasuk truk tangki air. Mereka berebut kesempatan melihat dan menaiki truk sambil mendengar penjelasan fungsi tiap peralatan dari petugas.

Kepala SD Muhammadiyah 13 Surabaya, Amang Muazam, menyatakan apresiasi atas terselenggaranya simulasi. Menurutnya, edukasi kebencanaan semacam ini tidak hanya menambah wawasan tetapi juga melatih keberanian, ketenangan, dan refleks keselamatan siswa. “Harapannya ilmu yang diperoleh hari ini bukan sekadar pengalaman, melainkan bekal praktis saat mereka menghadapi potensi bahaya di rumah atau lingkungan,” kata Amang.

Kegiatan ini menegaskan komitmen sekolah dalam membangun budaya keselamatan sejak dini. Pendekatan berbasis pengalaman dinilai efektif untuk menginternalisasi kebiasaan aman, sehingga anak-anak lebih waspada dan tahu langkah yang harus diambil saat darurat.

Kolaborasi antara sekolah dan layanan publik juga menjadi poin penting. Kehadiran Damkar Kota Surabaya menegaskan bahwa mitigasi bencana adalah tanggung jawab bersama: sekolah memberikan konteks pembelajaran, sementara petugas teknis menyampaikan keterampilan praktis dan membangun kepercayaan diri siswa.

Kegiatan berakhir dengan tepuk tangan hangat. Selain membawa pulang keceriaan, para siswa mendapat bekal pengetahuan praktis yang berpotensi menyelamatkan nyawa. Guru dan petugas berharap benih kesiapsiagaan yang ditanam hari ini terus dipelihara melalui latihan berkala dan integrasi materi keselamatan ke dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari.


(Rophy Pareno)