Memperkuat Ekosistem Perfilman Daerah, PARFI Jatim Mulai Susun Program Kerja Strategis
SURABAYA, FileNews.id - Pengurus Daerah Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI) Jawa Timur yang dipimpin Ketua Wira Lina, S.E., M.Si. bergerak cepat merancang arah kebijakan organisasi melalui serangkaian rapat konsolidasi internal. Fokus utamanya: menyusun program kerja strategis untuk memperkuat ekosistem perfilman dan memberdayakan aktor lokal di Jawa Timur.
Dalam rapat yang berlokasi di kawasan Jl. Tidar Surabaya pada hari Sabtu (yang dihadiri pengurus dan anggota, PARFI Jatim mematangkan struktur program yang menyentuh aspek pendidikan, produksi, apresiasi, hingga humas dan pemberdayaan daerah. Turut hadir dalam rapat tersebut:
Wira Lina, S.E., M.Si. (Ketua PD PARFI Jatim)
H. Syahlan Husein (Sekretaris PD PARFI Jatim)
Mochammad Fajar Adi Nugroho (Wakil Ketua Biro Pendidikan, Seni & Budaya)
Rophy Pareno (Anggota Biro Pendidikan, Seni & Budaya)
Widi Agung Riyawan (Anggota Biro Produksi Film, Kreatif & Inovasi Digital)
dr. Sukanti Swastikawati, S.H., M.M. (Ketua Biro Festival, Apresiasi & Sosial Budaya)
Bahtiar Dahlan (Ketua Biro Humas & Pemberdayaan Daerah)
Langkah ini menandai komitmen PARFI Jatim untuk bertransformasi dari sekadar wadah berkumpulnya pekerja seni menjadi motor penggerak industri kreatif daerah.
“Kami ingin memastikan bahwa industri film di Jawa Timur memiliki ruang tumbuh yang aman, kondusif, dan didukung penuh oleh seluruh elemen daerah,” ujar Wira Lina selaku Ketua PD PARFI Jatim.
Melalui audiensi maraton yang direncanakan dalam waktu dekat, PARFI Jatim optimistis dapat membangun kolaborasi konkret — mulai dari literasi media, pengembangan kapasitas seni peran, hingga dukungan regulasi demi kebangkitan perfilman di Jawa Timur.
Menurut H. Syahlan Husein selaku sekretaris PD PARFI Jatim menyampaikan bahwa Pemetaan empat Zona: Fondasi Penguatan hingga Tingkat Kabupaten/Kota
Pengurus Daerah PARFI Jatim juga mulai mematangkan strategi penguatan organisasi hingga tingkat kabupaten dan kota. Langkah awal dilakukan melalui pemetaan wilayah kerja ke dalam empat zona utama: Jatim Timur, Barat, Tengah, dan Utara.
Pemetaan ini menjadi fondasi bagi program pemberdayaan pengurus daerah sekaligus persiapan roadshow yang dirancang secara bertahap. Kawasan Gerbangkertosusila disiapkan sebagai fokus untuk zona tengah, sementara zona timur membentang dari Probolinggo, Pasuruan, Situbondo, Bondowoso, Jember, hingga Banyuwangi.
Sinergi antar instansi dan Penguatan Produksi
Sektor kehumasan turut menyoroti pentingnya jalinan komunikasi formal dengan instansi pemerintah daerah. PARFI Jatim mendorong jajaran pengurus di daerah untuk proaktif membangun kemitraan dengan Instansi Pemerintah di masing-masing kabupaten/kota.
Sinergi ini dinilai krusial untuk menopang berbagai agenda strategis, mulai dari:
Pengembangan Potensi Lokal: Mendorong produksi film berbasis kearifan lokal dan pemberdayaan talenta daerah.
Dengan strategi zonasi, safari audiensi, dan sinergi lintas sektor, PARFI Jatim menempatkan diri sebagai katalisator pertumbuhan industri film daerah — bukan hanya sebagai organisasi profesi, tetapi sebagai mitra strategis pemerintah dan pemangku kepentingan dalam membangun narasi visual Jawa Timur yang kuat, autentik, dan berdaya saing.
(Rophy Pareno)


