Unitomo Wisuda 1.059 Lulusan: Dari Bonus Demografi ke Janji Keterserapan Kerja dalam Sebulan
SURABAYA, FileNews.id ~ Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) Surabaya menggelar wisuda bagi 1.059 lulusan program diploma, sarjana, magister, dan doktor di Dyandra Convention Center, Minggu (6/9/2026). Acara dipimpin Rektor Prof. Dr. Siti Marwiyah, S.H., M.H., dan dihadiri orang tua wisudawan, dosen, pimpinan Yayasan Pendidikan Cendekia Utama (YPCU), serta perwakilan instansi pemerintah dan mitra industri yang selama ini berkolaborasi dengan Unitomo.
Para wisudawan berasal dari delapan fakultas dengan sebaran program studi yang mencerminkan orientasi Unitomo pada ilmu terapan dan kebutuhan sektor riil.
Fakultas Ilmu Administrasi (FIA): S1 Administrasi Bisnis (19), S1 Administrasi Publik (69), S2 Magister Ilmu Administrasi (75).
Fakultas Teknologi Pangan dan Perikanan (FTPP): S1 Teknologi Pangan (21), S1 Budidaya Perairan (22), S1 Pemanfaatan Sumber Daya Perikanan (25), S1 Agrobisnis Perikanan (5).
Fakultas Ilmu Pendidikan dan Sastra (FIPS): S1 Pendidikan Bahasa & Sastra Indonesia (9), S1 Pendidikan Matematika (8), S1 Sastra Inggris (6), S1 Sastra Jepang (13), S2 Magister Pendidikan Bahasa Indonesia (10), S2 Magister Teknologi Pendidikan (95).
Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB): S1 Ekonomi Pembangunan (14), S1 Manajemen (86), S1 Akuntansi (42), S2 Magister Manajemen (50), S3 Doktor Manajemen (13).
Fakultas Teknik (FT): S1 Teknik Sipil (28), S1 Teknik Informatika (26), S1 Teknik Geomatika (13).
Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom): S1 Ilmu Komunikasi (47), S2 Magister Ilmu Komunikasi (21).
Fakultas Hukum (FH): S1 Ilmu Hukum (201), S2 Magister Ilmu Hukum (102).
Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes): S1 Kebidanan (24), D3 Teknologi Bank Darah (15).
Komposisi ini menunjukkan kekuatan Unitomo pada bidang hukum, manajemen, ilmu administrasi, dan teknologi pendidikan, sekaligus penguatan pada sektor kelautan-perikanan dan pangan yang relevan dengan konteks maritim Indonesia.
Rektor: “Ilmu Kampus Hanya Sebagian Kecil”
Dalam sambutannya, Rektor yang akrab disapa Iyat ini menekankan bahwa ilmu yang diperoleh di bangku kuliah hanyalah sebagian kecil dari kebutuhan dunia kerja yang sesungguhnya. Ia mendorong para wisudawan untuk terus menempuh pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, baik S2 maupun S3, terutama dengan tersedianya fasilitas program pascasarjana di Unitomo.
“Ilmu di kampus hanyalah sebagian kecil dari apa yang dibutuhkan untuk eksis di masyarakat. Teruslah belajar selama hayat dikandung badan. Bagi lulusan S1 silakan lanjut S2, dan yang S2 lanjut ke S3. Di Unitomo sudah tersedia, jadi tidak perlu jauh-jauh,” ujar Guru Besar Bidang Hukum Tata Negara tersebut.
Pesan ini selaras dengan tren pascasarjana di Unitomo yang mencatat ratusan lulusan magister dan doktor pada periode ini, menandakan daya tarik program lanjutan di kampus yang berbadan hukum YPCU tersebut.
Pesan senada disampaikan Kepala L2Dikti Wilayah VII Jawa Timur, Prof. Dr. Dyah Sawitri, S.E., M.M. Ia mengapresiasi komitmen Unitomo dalam meningkatkan mutu Tri Dharma Perguruan Tinggi dan mengingatkan lulusan agar tidak sekadar berorientasi menjadi pegawai.
“Jangan batasi diri hanya mencari kerja. Saya berharap lulusan ini mampu mencetak lapangan kerja baru, apalagi sekarang didukung kemajuan teknologi informasi yang sangat pesat,” kata Dyah.
Sejalan dengan hal itu, Sekretaris Jenderal Kemendiktisaintek RI, Prof. Badri Munir Sukoco, S.E., M.B.A., Ph.D., yang turut hadir memberikan apresiasi terhadap kualitas lulusan. Ia menekankan pentingnya peran perguruan tinggi dalam menjaga standar mutu di era kompetisi global.
“Perguruan tinggi harus terus berinovasi dalam memperkuat kelembagaan agar mampu menghasilkan lulusan yang memiliki daya saing tinggi. Kami mengapresiasi Unitomo yang tetap konsisten menjaga mutu pendidikan tinggi sehingga lulusannya siap berkontribusi nyata bagi pembangunan nasional di era transformasi digital ini,” tegasnya.
Siti Marwiyah menjelaskan bahwa lulusan tahun ini berada dalam momentum sejarah bonus demografi Indonesia. Mengacu pada data BPS 2025, usia produktif Indonesia mencapai 199 juta jiwa. Menurutnya, kondisi ini merupakan peluang sekaligus ancaman jika tidak dikelola dengan tepat, terutama saat negara lain menghadapi fenomena aging population (penuaan penduduk).
“Jika bonus demografi adalah peluang bangsa, maka Unitomo adalah salah satu ibu yang melahirkan masa depan itu. Bangsa ini membutuhkan orang yang pintar menggunakan peluang dan berani mengambil risiko,” tegasnya.
Dalam perspektif sosiologi peralihan peradaban, momen ini menandai transisi dari “kuantitas penduduk” menuju “kualitas manusia produktif” yang mampu menggerakkan inovasi, kewirausahaan, dan tata kelola publik yang lebih baik.
Komitmen Keterserapan Kerja: Target Mayoritas Lulusan Bekerja dalam Sebulan
Unitomo saat ini memiliki sekitar 7.000 mahasiswa aktif dengan tren pertumbuhan yang positif di tengah penurunan penerimaan mahasiswa nasional. Untuk menjaga relevansi lulusan, pihak kampus telah melakukan langkah strategis seperti penguatan kompetensi berbasis sertifikasi profesi dan sinkronisasi kurikulum dengan isu strategis nasional seperti ketahanan pangan dan transformasi ekonomi.
Berdasarkan data Pusat Karier dan Tracer Study (PKTS) Unitomo, saat ini 87% lulusan berhasil mendapatkan pekerjaan dalam waktu kurang dari tiga bulan. Pada wisuda kali ini, sekitar 250 calon wisudawan sedang menjalani proses rekrutmen di dua perusahaan mitra besar Unitomo. Rektor menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Ir. Ramu Surachman (Dirut PT BAP) dan Gunawan (Owner PT Aspindo Mutual).
Namun, Siti Marwiyah menegaskan target yang lebih ambisius ke depan. “Target kami, mayoritas lulusan Unitomo harus terserap kerja dalam waktu kurang dari satu bulan. Ini adalah komitmen institusi kami,” imbuhnya.
Target ini menempatkan Unitomo di posisi yang cukup progresif dibandingkan rata-rata perguruan tinggi swasta yang masih berkisar pada penyerapan 3–6 bulan pasca-wisuda.
Wisuda yang “Hadir” bagi Negara: Dari DPR, TNI/Polri, hingga Birokrat
Wisuda kali ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh penting yang menjadi bagian dari lulusan, di antaranya Anggota Komisi II DPR RI, Dr. Eric Hermawan; Ketua dan Anggota DPRD Kaimana; para perwira TNI/Polri di Fakultas Hukum; para tenaga ahli DPR RI di Magister Ilmu Administrasi; serta para birokrat dan profesional lainnya. Ada pula guru besar bahasa Indonesia yang juga menempuh S1 Ilmu Hukum, menunjukkan pola pembelajaran lintas disiplin di kalangan elit profesional.
Kehadiran figur-figur ini memperkuat narasi bahwa Unitomo tidak hanya mencetak lulusan untuk sektor privat, tetapi juga membekali aktor-aktor publik yang terlibat dalam legislasi, birokrasi, dan penegakan hukum.
Apresiasi dari Kemendiktisaintek terhadap konsistensi mutu Unitomo relevan dengan tuntutan ekosistem kerja yang semakin cair: otomatisasi, platformisasi pekerjaan, dan kebutuhan kompetensi hibrid (teknis + manajerial + etika). Dalam konteks ini, penekanan pada sertifikasi profesi, kolaborasi dengan industri, dan penguatan kewirausahaan menjadi kunci agar bonus demografi tidak berubah menjadi beban demografi.
(Rophy Pareno)


