PRNU Tawangsari Susun Program Lima Tahun untuk Kemandirian Organisasi NU

PRNU Tawangsari Susun Program Lima Tahun untuk Kemandirian Organisasi NU
Foto : Pengurus PRNU Tawangsari Taman Sidoarjo di acara Rapat Kerja

SIDOARJO, FileNews.id - Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Desa Tawangsari, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, menggelar rapat kerja di lingkungan Al Hasyimi II, Minggu (13/9/2026). Mengusung tema “Membangun Kemandirian Organisasi Menyongsong Abad Ke-2 Nahdlatul Ulama”, forum tersebut menjadi momentum untuk menyusun arah gerak dan program kerja organisasi selama lima tahun mendatang.

Rapat kerja ini berlangsung dalam semangat estafet kepemimpinan pasca-Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama. Seluruh unsur organisasi di tingkat ranting hadir untuk menyatukan visi sekaligus memperkuat fondasi kelembagaan dalam menghadapi tantangan NU pada abad kedua.

Sejumlah lembaga dan badan otonom yang terlibat antara lain LP Ma’arif, LDNU, LTMNU, LKKNU, LP-NU, serta NU CARE–LAZISNU. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk memperkuat kemandirian organisasi di berbagai bidang, mulai dari pendidikan, dakwah, sosial, kelembagaan, hingga pelayanan kemasyarakatan.

Menyatukan Langkah Organisasi
Ketua PRNU Tawangsari, Ustadz Kasdi, menyampaikan apresiasi atas kehadiran dan partisipasi aktif seluruh pengurus. Menurutnya, rapat kerja tidak sekadar menjadi agenda administratif, tetapi juga ruang untuk merumuskan program yang mampu menjawab kebutuhan warga dan memperkuat keberadaan NU di tengah masyarakat.

“Saya sangat mengapresiasi kehadiran dan semangat pengurus dalam melaksanakan raker kali ini. Tujuannya tidak lain agar NU ke depan memiliki program yang baik, demi terwujudnya kemandirian organisasi,” ujar Kasdi.

Ia berharap seluruh program yang disepakati dapat dilaksanakan secara konsisten melalui kerja sama lintaslembaga. Dengan demikian, PRNU Tawangsari tidak hanya memiliki perencanaan yang matang, tetapi juga mampu menghadirkan manfaat nyata bagi warga nahdliyin.

Sambutan berikutnya disampaikan perwakilan Rais Syuriah, Ustadz H. Syaiful Mujahidin, yang juga merupakan pemilik lembaga pendidikan Islam Al Hasyimi. Ia mengingatkan pentingnya menjaga nilai-nilai perjuangan yang diwariskan para pendiri NU, yakni KH Abdul Wahab Hasbullah, KH Hasyim Asy’ari, dan KH Bisri Syamsuri.

Menurutnya, semangat kemandirian dan kedewasaan dalam berpikir harus menjadi pijakan utama bagi NU untuk terus berkembang. Nilai-nilai tersebut dinilai penting agar NU tetap kokoh menjalankan perannya sebagai benteng agama sekaligus kekuatan sosial kebangsaan.

Membuka Ruang Kemitraan
Rapat kerja tersebut juga dihadiri perwakilan mitra, Joko dari Omyoxy. Dalam kesempatan itu, ia berharap hubungan kemitraan antara perusahaan dan PRNU Tawangsari dapat terus dikembangkan secara positif.

“Omyoxy bergerak di bidang air yang diperkaya kadar oksigennya. Semoga ke depan kita dapat bekerja sama dengan baik, semakin bagus, dan barokah,” ungkapnya.

Kehadiran mitra dalam forum tersebut menunjukkan adanya peluang kolaborasi antara organisasi keagamaan dan sektor usaha. Kerja sama semacam ini diharapkan dapat mendukung penguatan program sosial serta mendorong kemandirian ekonomi organisasi secara berkelanjutan.

Menyongsong Abad Kedua NU
Melalui rapat kerja ini, PRNU Tawangsari berupaya membangun kesepahaman bersama di antara seluruh pengurus dan lembaga yang berada di bawah naungannya. Kesatuan visi tersebut menjadi modal penting agar program kerja yang dirancang dapat berjalan efektif, terukur, dan berkesinambungan.

Lebih dari sekadar menyusun agenda lima tahunan, rapat kerja ini mencerminkan ikhtiar PRNU Tawangsari untuk meneguhkan peran NU di tingkat akar rumput. Dengan mengedepankan kemandirian, kolaborasi, dan kemaslahatan umat, organisasi diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus menyongsong abad kedua NU dengan langkah yang lebih kokoh.

(Rophy Pareno)