Berjuang di Gymnasium IPB, Siswi SD Muhammadiyah 13 Surabaya Siap Ukir Prestasi di Final KSNR Ke-8
BOGOR, FileNews.id - Dari kota Pahlawan, sebuah langkah membanggakan kembali lahir dari dunia pendidikan dasar. Calya Qianzi Dierli, siswi kelas 5 SD Muhammadiyah 13 Surabaya, resmi melangkah ke panggung utama Babak Final Kompetisi Sains Nalaria Realistik (KSNR) Ke-8 tingkat nasional. Perhelatan sains yang diinisiasi Klinik Pendidikan MIPA (KPM) itu digelar di Gymnasium Institut Pertanian Bogor (IPB), Minggu (18/10/2026).
Calya bukan sekadar hadir sebagai peserta. Ia berhasil menyisihkan ribuan peserta dari berbagai daerah pada babak semifinal, sebelum akhirnya berdiri bersama para saintis muda berbakat dari berbagai kota di Indonesia. Bagi sekolah dan keluarga, kehadirannya di final nasional adalah buah dari proses belajar yang panjang, tekun, dan penuh pengorbanan.
Kebanggaan Sekolah
Kepala SD Muhammadiyah 13 Surabaya, Amang Muazam, menyampaikan rasa bangga sekaligus apresiasi tinggi atas capaian anak didiknya. Baginya, menembus babak final KSNR Ke-8 bukan hanya prestasi pribadi Calya, tetapi juga bukti nyata semangat belajar dan kerja keras yang dibangun di lingkungan sekolah.
“Kami sangat bangga dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya untuk Calya. Doa kami dari seluruh keluarga besar sekolah agar Calya diberikan kelancaran, kemudahan, dan ketenangan dalam menyelesaikan setiap soal,” ujar Amang Muazam.
Menurutnya, capaian Calya menjadi motivasi bagi siswa lain untuk terus mengembangkan minat pada sains. Ia berharap keberhasilan ini dapat menumbuhkan budaya berpikir kritis, tekun, dan percaya diri di kalangan peserta didik SD Muhammadiyah 13 Surabaya.
Semangat dari Ruang Kelas
Semangat Calya juga mendapat perhatian khusus dari guru pendampingnya, Nabillah. Ia menilai tekad dan ketekunan siswinya sangat luar biasa selama masa persiapan menuju babak final.
“Persiapan Calya sangat matang dan semangat belajarnya luar biasa tinggi. Semoga di babak final ini ia diberikan kelancaran dan kemudahan,” ungkap Nabillah.
Di balik persiapan itu, Calya tidak hanya belajar soal dan materi sains. Ia juga dilatih mengelola ketenangan, ketelitian, dan kepercayaan diri—kualitas yang menjadi penentu ketika menghadapi kompetisi sains tingkat nasional.
Dukungan Keluarga
Dukungan moral dan spiritual turut mengalir dari keluarga. Ibu Herlin, orang tua Calya, menceritakan bahwa putrinya mengikuti bimbingan belajar intensif berbasis daring yang diselenggarakan KPM sebagai bekal menghadapi kompetisi.
“Sebagai orang tua, kami melihat persiapannya yang sungguh-sungguh. Bismillah, saya sangat yakin dan terus mendoakan agar Calya lancar mengerjakan soal-soal di final nanti,” jelas Herlin penuh optimisme.
Bagi keluarga, final KSNR bukan sekadar ajang kompetisi. Ini menjadi ruang bagi Calya untuk membuktikan bahwa usaha, doa, dan dukungan lingkungan dapat membawa anak-anak dari Surabaya bersaing di panggung nasional.
Optimisme Sang Siswi
Di tengah sengitnya persaingan nasional, Calya melangkah ke arena ujian dengan penuh keyakinan. Ia mengaku berusaha fokus dan menikmati proses, sekaligus ingin memberikan hasil terbaik bagi orang tua dan sekolahnya.
“Bismillah, saya optimis bisa mengerjakan soal-soalnya dengan baik dan memberikan hasil terbaik untuk orang tua serta sekolah,” kata Calya antusias.
Kini, seluruh doa dan harapan mengiringi langkah Calya di Gymnasium IPB. Dari Surabaya hingga Bogor, ia membawa bukan hanya nama sekolah, tetapi juga semangat generasi muda Indonesia untuk terus belajar, berpikir, dan berjuang melalui sains.
(Rophy Pareno)


