Bursa Ketua PWI Jatim Memanas, Cak Anam Mundur Terhormat demi Soliditas

Bursa Ketua PWI Jatim Memanas, Cak Anam Mundur Terhormat demi Soliditas
Foto : Proses Pengambilan Formulir Pendaftaran oleh Lutfil Hakim dan Dwi Eko Lokononto

SURABAYA, FileNews.id - Menjelang Konferensi XVI Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur pada 13 November 2026, bursa pencalonan Ketua PWI Jatim periode 2026–2031 mulai memanas. Namun, salah satu nama yang sebelumnya disebut memenuhi syarat, Ketua PWI Pamekasan Hairul Anam atau Cak Anam, memilih mundur terhormat dan menyatakan dukungan penuh kepada petahana Lutfil Hakim.

Keputusan itu memperkuat indikasi soliditas di tubuh PWI Jatim. Meski panitia membuka pendaftaran bakal calon Ketua dan Ketua Dewan Kehormatan pada 13–15 Oktober 2026, sejumlah elemen organisasi mengisyaratkan kemungkinan pencalonan melalui musyawarah atau aklamasi.

Konferensi XVI Menjelang
Konferensi PWI Jawa Timur XVI dijadwalkan berlangsung di Surabaya pada Kamis, 13 November 2026. Agenda utamanya adalah memilih Ketua PWI Jatim periode 2026–2031 dan membentuk Dewan Kehormatan, sekaligus menutup masa bakti kepengurusan Lutfil Hakim.

Persiapan konferensi telah dibicarakan dalam audiensi dengan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi pada 17 September 2026. Dalam pertemuan itu, Lutfil Hakim menyampaikan bahwa masa kepengurusan PWI Jatim akan segera berakhir sehingga konferensi perlu segera diselenggarakan.
“Pengurus PWI ini sudah akan berakhir. Jadi, kira-kira dua bulan lagi, tanggal 13 November 2026, akan kami gelar di Surabaya,” ujar Lutfil Hakim dalam audiensi tersebut.

Cak Anam Pilih Dukung Cak Item
Hairul Anam sempat mencuat sebagai bakal calon kuat dari Madura. Ia dinilai memenuhi sejumlah persyaratan administratif yang ditetapkan panitia, termasuk rekam jejak sebagai Ketua PWI Pamekasan, pegiat literasi, akademisi, dan pelaku media.

Namun, pada Selasa (13/10), Cak Anam menegaskan tidak akan maju. Ia menyebut Lutfil Hakim atau Cak Item sebagai “taretan dhibik” atau saudara sendiri, merujuk pada garis keturunan Cak Item dari Pakong, Pamekasan.

“Selama memimpin PWI Jatim juga beliau luar biasa. Saya sudah koordinasi dengan Ketua PWI se-Madura untuk satu suara,” kata Cak Anam.

Langkah tersebut bukan sekadar pengunduran diri dari kontestasi, melainkan sinyal politik internal: dukungan Madura berpotensi menguatkan posisi Lutfil Hakim menjelang konferensi. Sejumlah pemberitaan lokal bahkan melaporkan bahwa pemilihan Ketua PWI dan Ketua Dewan Kehormatan diisyaratkan dapat diselesaikan melalui aklamasi demi menjaga persatuan.

Syarat dan Tahapan Pencalonan
Panitia Konferensi XVI telah membuka pengambilan formulir pendaftaran bakal calon Ketua PWI Jatim dan Ketua Dewan Kehormatan pada 13–15 Oktober 2026 di Sekretariat PWI Jatim, Jalan Taman Apsari Nomor 15–17, Surabaya.

Secara umum, calon Ketua PWI Jatim harus memenuhi persyaratan organisasi, antara lain berstatus Anggota Biasa minimal lima tahun, memiliki sertifikat Wartawan Utama, pernah menjadi pengurus, serta tidak terafiliasi dengan politik praktis. Persyaratan ini menjadi filter penting dalam proses rekrutmen kepemimpinan organisasi pers di Jawa Timur.

Soliditas atau Kontestasi Terbuka?
Meski dukungan kepada Lutfil Hakim tampak menguat, panitia menegaskan pintu pencalonan tetap terbuka. Artinya, nama-nama lain masih dapat mendaftar hingga batas waktu yang ditetapkan, dan konferensi tetap diharapkan berjalan sesuai prinsip luber-jurdil: langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil.

Bagi PWI Jatim, Konferensi XVI bukan hanya soal pergantian pengurus. Konferensi ini menjadi ujian bagi organisasi pers untuk menunjukkan bahwa pergantian kepemimpinan dapat berlangsung demokratis, transparan, dan bermartabat—tanpa mengorbankan soliditas yang telah terbangun lintas wilayah, termasuk antara Jawa dan Madura.


(Rophy Pareno)