Membumikan Edukasi Kamtibmas Lewat Seni: Sinergi Ditbinmas Polda Jatim dan PD PARFI Jatim
SURABAYA, FileNews.id - Suasana santai namun penuh dengan pemikiran kreatif mewarnai pertemuan antara jajaran Direktorat Pembinaan Masyarakat (Ditbinmas) Polda Jawa Timur dan Pengurus Daerah Persatuan Artis Film Indonesia (PD PARFI) Jawa Timur pada Rabu (14/10/2026).
Ketua PD PARFI Jawa Timur, Wira Lina, S.E., M.Si., bersama jajaran terkait membahas peluang pemanfaatan film dan drama seri sebagai media penyampaian pesan sosial, pembinaan masyarakat, serta penguatan nilai-nilai budaya lokal. Bertempat di kantor BINMAS, kedua pihak duduk bersama menjajaki potensi kolaborasi strategis untuk menyampaikan pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) melalui media seni dan perfilman.
Gagasan ini berangkat dari pentingnya pendekatan informal yang humanis. Penyampaian edukasi hukum maupun imbauan pencegahan kejahatan dinilai jauh lebih efektif dan mudah diterima publik apabila dikemas melalui media kreatif, seperti drama seri komedi berlatar belakang kehidupan sosial warga.
Dirbinmas Polda Jatim, Kombes Pol. Darman, S.I.K., M.Pd., mengapresiasi ruang diskusi yang terbangun bersama para pelaku seni. Dalam pertemuan tersebut, turut hadir pejabat kepolisian, diantaranya Sasroto, Dwi Iman, dan Tri Nugroho. Kehadiran jajaran kepolisian ini menegaskan komitmen Ditbinmas Polda Jatim dalam mengoptimalkan potensi sosialisasi yang menyentuh langsung akar rumput.
salah satu fokus pembahasan adalah menonjolkan peran Bhabinkamtibmas sebagai sosok petugas yang dekat dengan warga. Berbagai dinamika lapangan—mulai dari penyelesaian konflik sosial, edukasi bahaya narkoba, hingga pemberdayaan ekonomi warga—memiliki potensi cerita yang sangat kaya untuk diangkat ke layar kaca.
Melalui kolaborasi gagasan dengan PD PARFI Jatim, karya seni yang dihasilkan diharapkan tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga menjadi instrumen edukasi publik yang mengangkat kearifan lokal Jawa Timur. Langkah koordinasi awal ini menjadi pijakan penting dalam merumuskan bentuk penyuluhan yang lebih segar, kreatif, dan berdampak nyata bagi masyarakat.
(Rophy Pareno)


