Belajar dari Alam: Siswa SD Muhammadiyah 13 Surabaya Petik Apel dan Jelajah Selecta di Batu
KOTA BATU, FileNews.id - Ratusan siswa SD Muhammadiyah 13 Surabaya menutup rangkaian ujian tengah semester dengan cara yang berbeda: belajar di bawah langit terbuka Kota Batu. Kegiatan outbound siswa kelas 1 hingga 6 pada Selasa, 13 Oktober 2026, memadukan rekreasi, pembelajaran alam, dan latihan kemandirian—mulai dari memetik apel hingga bermain di Taman Bunga Selecta.
Bagi sebagian siswa, terutama kelas 1, kegiatan ini menjadi pengalaman pertama mengikuti perjalanan sekolah tanpa pendampingan orang tua. Rasa canggung di awal perjalanan perlahan berubah menjadi keberanian, saat anak-anak diajak berinteraksi, bermain, dan menyelesaikan berbagai aktivitas bersama teman sekelas.
Dari Kebun Apel ke Selecta
Rangkaian perjalanan dimulai di kebun apel lokal. Para siswa tidak hanya melihat pohon apel, tetapi juga belajar langsung cara memetik buah yang matang. Suasana kebun dipenuhi tawa ketika anak-anak membandingkan ukuran dan kesegaran apel hasil petikan mereka.
Aktivitas sederhana itu menyimpan pelajaran yang tidak selalu ditemukan di ruang kelas: mengenal proses pertanian, menghargai hasil bumi, dan memahami bahwa makanan yang mereka konsumsi memiliki asal-usul yang nyata.
Dari kebun apel, rombongan melanjutkan perjalanan ke Taman Bunga Selecta. Di kawasan wisata tersebut, siswa mengikuti fun games untuk membangun kekompakan, mencoba wahana flying fox, serta mengikuti arena edukasi interaktif bertema dinosaurus. Kemeriahan mencapai puncaknya ketika anak-anak berenang bersama dalam kolam yang dipenuhi busa.
Latihan Mandiri bagi Kelas 1
Bagi siswa kelas 1, keberangkatan tanpa orang tua bukan hal kecil. Mereka harus belajar mengatur diri, mengikuti arahan guru, menjaga barang pribadi, dan menjaga kekompakan kelompok sepanjang hari.
Salah seorang siswa kelas 1, Queensha, mengaku tidak merasa takut meski tidak didampingi ibunya. “Sangat seru sekali! Tadi petik apel, terus main flying fox dan mandi busa di kolam renang. Sama sekali tidak takut walaupun tidak ditemani mama,” ujarnya.
Pengalaman semacam ini menunjukkan bahwa pembelajaran karakter tidak selalu membutuhkan ruang formal. Di alam terbuka, anak-anak belajar mengambil keputusan kecil, menghadapi rasa takut, dan membangun kepercayaan diri melalui pengalaman langsung.
Ruang Belajar di Luar Kelas
Kepala SD Muhammadiyah 13 Surabaya, Amang Muazam, menilai kegiatan luar kelas penting untuk membentuk karakter, keberanian, dan kemampuan sosial siswa. Menurutnya, antusiasme anak-anak—terutama siswa kelas 1 yang belajar mandiri—menjadi kebanggaan tersendiri bagi sekolah.
“Kegiatan di luar kelas seperti ini sangat penting untuk membentuk karakter, keberanian, serta melatih interaksi sosial anak-anak di luar lingkungan sekolah sehari-hari,” ujar Amang.
Ia berharap pengalaman outbound tersebut memberi manfaat bagi tumbuh kembang dan proses belajar siswa, bukan sekadar menjadi hiburan setelah ujian tengah semester.
Kolaborasi Guru dan Panitia
Ketua Panitia Outbound, Catur, menyampaikan terima kasih kepada guru dan seluruh pihak yang mendampingi siswa selama kegiatan. Ia menilai seluruh rangkaian berjalan lancar dan anak-anak menikmati setiap aktivitas.
“Alhamdulillah, seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar dan anak-anak sangat gembira. Terima kasih kepada seluruh bapak/ibu guru dan panitia yang telah mendampingi siswa dengan sabar,” kata Catur.
Ia berharap kegiatan outdoor learning ini memberikan kesegaran pikiran sekaligus memotivasi siswa untuk lebih semangat mengikuti pembelajaran pada semester berjalan.
Lebih dari Sekadar Rekreasi
Outbound tengah semester SD Muhammadiyah 13 Surabaya menegaskan bahwa pembelajaran dapat terjadi di mana saja: di kebun apel, di atas wahana flying fox, di arena dinosaurus, hingga di kolam penuh busa. Yang dibawa pulang siswa bukan hanya foto dan kenangan, melainkan pengalaman tentang kerja sama, ketangkasan, dan kemandirian.
Di tengah rutinitas belajar yang semakin padat, kegiatan seperti ini menjadi pengingat sederhana bahwa anak-anak juga perlu ruang untuk bergerak, bertanya, mencoba, dan tumbuh—di luar dinding kelas.
(Rophy Pareno)


