Kebakaran Lahan 2 Hektare di Nogosari Pacet Padam, Gotong Royong Warga dan Staf Wisata Selamatkan Pemukiman
KAB. MOJOKERTO, FileNews.id - Panas yang membakar lahan seluas sekitar dua hektare di kawasan Nogosari, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Selasa (20/10/2026), berhasil dipadamkan setelah warga dan staf objek wisata bekerja sama mengendalikan arah jalaran api. Kebakaran yang mulai terlihat sekitar pukul 13.00 WIB itu baru sepenuhnya padam sekitar pukul 17.00 WIB.
Lokasi kejadian berada tak jauh dari Klurak Eco Park dan Bernah De Vallei, dua destinasi wisata yang cukup dikenal di Pacet. Lebih penting lagi, api menyala di kawasan yang berjarak relatif dekat dengan permukiman warga. Ancaman itu membuat warga tidak menunggu lama: mereka segera turun ke lapangan, membagi tugas, dan berupaya menahan api agar tidak merambat ke rumah-rumah maupun area yang lebih rawan.
Karyawan Klurak Eco Park juga ikut terjun. Aktivitas kerja di kawasan wisata itu sempat terhenti ketika sejumlah staf bergabung dengan warga di lokasi kebakaran. Mereka membentuk garis penanganan untuk mengawasi arah api, membuka jalur penghalang, serta memadamkan titik-titik yang masih berasap.
Salah satu pegawai Klurak Eco Park, Sardi, mengaku lega karena situasi dapat cepat terkendali. “Syukurlah api segera bisa dipadamkan dan tidak merambah ke wilayah lain. Semoga kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” ujarnya.
Kawasan yang jarang terbakar
Kejadian ini menarik perhatian karena Nogosari bukan kawasan yang lazim dilanda kebakaran. Berdasarkan penuturan warga, wilayah di kaki Gunung Welirang sisi utara itu tergolong lembah yang cenderung lembap dan dilintasi aliran air. Kondisi tersebut biasanya menjaga kelembapan tanah dan vegetasi, sehingga risiko kebakaran relatif rendah.
Kondisi itu berbeda dengan kawasan punggungan di atasnya yang lebih kering dan lebih mudah terbakar saat musim kemarau. Namun, kejadian Selasa itu menunjukkan bahwa lahan lembap pun tetap dapat terancam, terutama bila terdapat vegetasi kering yang mudah menyala.
Kebakaran ini terjadi di tengah kondisi karhutla yang juga dilaporkan di sejumlah titik pegunungan Jawa Timur. BNPB mencatat kebakaran lahan seluas dua hektare di Petak 5A RPH Kemloko, BKPH Pacet, KPH Pasuruan, yang secara administratif masuk Desa Kembangbelor, Kecamatan Pacet, pada hari yang sama; api dilaporkan berhasil dipadamkan pada pukul 15.45 WIB.
Penyebab masih diselidiki
Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kebakaran di Nogosari belum dapat dipastikan. Pihak terkait masih melakukan identifikasi dan penyelidikan untuk mengetahui pemicu terbakarnya lahan di kawasan yang relatif lembap tersebut.
Tidak ada laporan korban jiwa maupun kerugian harta benda yang signifikan. Meski demikian, peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi warga, pengelola wisata, dan pihak berwenang untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama pada musim kemarau ketika risiko kebakaran lahan meningkat.
Bagi warga Nogosari, api yang padam sore itu bukan sekadar berakhirnya satu peristiwa. Ia juga menjadi bukti bahwa gotong royong—warisan sosial yang kerap diuji saat bencana—masih menjadi benteng pertama sebelum bantuan formal datang.
(Rophy Pareno)


