20 Pandu SD Muhammadiyah 13 Surabaya Bawa Pulang Predikat Qobilah Tersemangat dari Jambore HW 2026
PASURUAN, FileNews.id -Dua hari penuh semangat, kerja sama, dan pembelajaran menjadi bagian dari pengalaman 20 pandu SD Muhammadiyah 13 Surabaya dalam Jambore Hizbul Wathan (HW) Tingkat Pengenal Purwa 2026. Bertempat di Agro Mulia, Pasuruan, Jawa Timur, Rabu–Kamis (21–22 Oktober 2026), mereka pulang tidak hanya membawa kenangan, tetapi juga predikat Qobilah Tersemangat.
Jambore tahunan yang diselenggarakan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) SD/MI Muhammadiyah Surabaya ini mengusung tema “Mewujudkan Pandu Purwa yang Beradab, Mandiri, Tangguh, dan Bersatu.” Kegiatan tersebut diikuti kontingen dari seluruh SD dan MI Muhammadiyah se-Kota Surabaya.
Belajar dari Alam dan Kebersamaan
SD Muhammadiyah 13 Surabaya mengirimkan 20 perwakilan terbaik, terdiri dari 10 murid laki-laki dan 10 murid perempuan dari kelas 4 dan 5. Selama dua hari, para peserta menjalani beragam aktivitas yang menguji kemandirian sekaligus mempererat kekompakan.
Mulai dari upacara pembukaan yang khidmat, mendirikan tenda secara berkelompok, pendalaman materi kepanduan, senam pagi, hingga memasak secara berdua dan beregu. Malam harinya, suasana keakraban semakin terasa melalui pentas seni yang menampilkan kreativitas para pandu.
Bagi para siswa, setiap aktivitas bukan sekadar keseruan. Mereka belajar mengelola waktu, membagi tugas, menjaga kebersamaan, dan menghadapi tantangan di luar ruang kelas.
Laboratorium Karakter
Kepala SD Muhammadiyah 13 Surabaya, Amang Muazam, hadir langsung mendampingi kontingen di lokasi perkemahan. Ia menilai jambore sebagai ruang pembentukan karakter yang nyata bagi anak-anak.
“Perkemahan ini bukan sekadar kegiatan outdoor biasa, melainkan laboratorium karakter. Di sinilah mental anak-anak ditempa untuk menjadi pribadi yang beradab, tidak manja, serta tangguh menghadapi berbagai tantangan,” ujar Amang Muazam.
Ia berharap semangat kemandirian dan kepedulian sosial yang tumbuh selama perkemahan dapat terus diterapkan peserta di sekolah maupun di rumah.
Pembina Ekstrakurikuler Wajib HW SD Muhammadiyah 13 Surabaya, Catur, menekankan pentingnya pembelajaran berbasis pengalaman. Menurutnya, kegiatan seperti mendirikan tenda, mengencangkan patok, dan memasak sendiri memberi pelajaran yang tidak selalu diperoleh dari buku.
“Anak-anak belajar langsung bagaimana mendirikan tenda yang kokoh, mengencangkan patok, hingga memasak hidangan mereka sendiri. Lewat HW, mereka memahami arti penting kerja sama dan pantang menyerah,” kata Catur.
Kebanggaan Kontingen
Antusiasme para peserta juga menjadi kebanggaan tersendiri bagi guru pendamping, Mega. Ia melihat proses belajar sosial berlangsung secara alami sepanjang kegiatan.
“Melihat senyum dan antusiasme anak-anak—mulai dari senam pagi yang energik hingga penampilan pentas seni mereka yang memukau—menjadi kebanggaan tersendiri bagi kami. Mereka belajar saling merangkul, berbagi peran, dan peduli satu sama lain,” ungkap Mega.
Kebanggaan itu semakin lengkap ketika Qobilah SD Muhammadiyah 13 Surabaya dinobatkan sebagai Qobilah Tersemangat. Predikat tersebut menjadi bukti semangat, kedisiplinan, dan kekompakan yang ditunjukkan para pandu sepanjang jambore.
Kenangan yang Terbawa Pulang
Rangkaian Jambore HW Pengenal Purwa 2026 ditutup dengan kegembiraan dan kehangatan. Bagi 20 pandu SD Muhammadiyah 13 Surabaya, pengalaman di Agro Mulia menjadi kenangan berharga sekaligus bekal karakter.
Mereka pulang membawa keterampilan baru, jalinan persaudaraan antarpandu Muhammadiyah se-Kota Surabaya, serta semangat untuk terus tumbuh sebagai generasi yang beradab, mandiri, tangguh, dan bersatu.
(Rophy Pareno)


