Aksi Ricuh Usai Laga: Petasan dan Batu Dilempar ke Warkop Nobar di Pagerwojo

Aksi Ricuh Usai Laga: Petasan dan Batu Dilempar ke Warkop Nobar di Pagerwojo
Foto: Kapolsek Buduran Kompol Sugeng Sulistiyono, S.H., M.H dalam keterangan pers nya

SIDOARJO, FileNews.id - Suasana nonton bareng (nobar) di Warkop Sendok Gula, Desa Pagerwojo, Kecamatan Buduran, berubah mencekam pada Selasa (4/8/2026) sekitar pukul 22.15 WIB setelah rombongan pengendara motor yang diduga oknum suporter melintas dan melancarkan serangan.

Awalnya kondisi sekitar warkop yang terletak dekat perlintasan rel kereta api relatif tenang saat puluhan penonton menonton laga semifinal Piala Presiden antara Persebaya Surabaya dan Arema FC. Menurut penjaga warkop, Gede, ketenangan itu buyar saat sekelompok pemotor—lebih dari enam kendaraan, beberapa berboncengan tiga—melewati lokasi sambil menggeber knalpot.

“Kemarin ada rombongan lewat depan warung sambil bleyer-bleyer. Nggak lama mereka balik lagi, ada yang maju sambil menyalakan petasan diarahkan ke sini,” kata Gede.

Ketegangan meningkat ketika gerombolan itu terjebak sementara di perlintasan karena palang pintu ditutup untuk kereta yang melintas. Dalam kepanikan, para pelaku melemparkan petasan dan batu-batu kerikil rel ke arah warkop. Gede dan pengunjung memilih tidak mengejar karena hujan lemparan batu yang masif berisiko membahayakan keselamatan.

“Posisinya palang rel ditutup, mereka panik, tetap di situ sambil lempar-lempar batu,” ujar Gede.

Saksi mata melaporkan para pelaku berusaha menyamarkan identitas saat bertindak dan segera tancap gas ke arah timur menuju kawasan Pucang dan Alun-Alun Sidoarjo setelah palang rel dibuka dan kereta berlalu.

Call Center 110 menerima laporan dan petugas Polsek Buduran Polresta Sidoarjo langsung menerjunkan personel ke lokasi. Kapolsek Buduran, Kompol Sugeng Sulistiyono, mengatakan tim yang dipimpin Badal Aiptu Kasmiadi bersama Unit Patroli 14.01 Buduran segera mengamankan Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan memberi imbauan kepada pengunjung agar tidak terpancing emosi.

“Benar, ada penyerangan terhadap penonton nobar di Warkop Sendok Gula dengan mengarahkan kembang api dan petasan sehingga memicu keributan,” kata Kompol Sugeng saat dikonfirmasi.

Beruntung, berkat penanganan gabungan Patroli Polsek Buduran, Patroli Kota, dan Piket Pamapta Polresta Sidoarjo, situasi dapat dikendalikan tanpa korban jiwa maupun luka serius. Anggota polisi membubarkan kerumunan secara kondusif dan melakukan penyisiran area; petugas juga menempatkan pos standby sampai kondisi dinyatakan aman.

Peristiwa ini merupakan salah satu rentetan ketegangan antar-pendukung klub. Menurut keterangan, nobar di Warkop Sendok Gula dihadiri puluhan Bonek yang merayakan kemenangan 1-0 Persebaya atas Arema FC. Saat rombongan Aremania melintas, satu individu diduga menyalakan petasan ke arah warkop, yang kemudian memicu aksi saling kejar antara kelompok Bonek dan pelintas tersebut sebelum polisi turun tangan.

Pasca-kejadian, kelompok Aremania dilaporkan meninggalkan lokasi menuju Alun-Alun Sidoarjo. Polisi mengimbau kedua kubu pendukung untuk menahan diri dan tidak melakukan provokasi.

Dalam rilis singkat, Kapolsek Kompol Sugeng Sulistiyono menyampaikan poin-poin penanganan: adanya penyerangan nobar dengan petasan yang memicu keributan; pelaku melarikan diri ke arah timur; patroli mendatangi lokasi, memberi imbauan, dan membubarkan kerumunan; korban luka nihil; serta petugas melakukan penjagaan hingga situasi terkendali.

Polisi masih melakukan penyisiran dan pengumpulan informasi untuk mengidentifikasi pelaku. Warkop Sendok Gula dan beberapa saksi telah dimintai keterangan sebagai bagian dari proses penanganan kejadian.

Apabila ada warga yang menyimpan rekaman video atau informasi terkait peristiwa ini, polisi meminta agar segera melapor ke Polsek Buduran atau Call Center 110 untuk membantu proses penyelidikan.

(Rophy Pareno)