Gemilang di Pendopo Delta Wibawa: SDN Pepelegi 1 Borong Lima Penghargaan Indeks Inovasi Daerah 2026

Gemilang di Pendopo Delta Wibawa: SDN Pepelegi 1 Borong Lima Penghargaan Indeks Inovasi Daerah 2026
Foto : Beberapa Penghargaan yang telah diterima SDN Pepelegi 1 Waru Sidoarjo 

SIDOARJO, FileNews.id - Suasana Pendopo Delta Wibawa, Kamis (15/10/2026) lalu, menjadi saksi kebanggaan baru bagi dunia pendidikan dasar di Kabupaten Sidoarjo. SD Negeri Pepelegi 1, Kecamatan Waru, berhasil meraih lima penghargaan sekaligus dalam ajang Apresiasi Kontributor Inovasi Sidoarjo 2026, menegaskan posisi sekolah dasar sebagai ruang lahir inovasi yang relevan bagi masyarakat.

Pencapaian itu diraih melalui kontribusi para pendidik dalam Pengukuran Indeks Inovasi Daerah (IID) Kabupaten Sidoarjo 2026. Lima karya inovatif SDN Pepelegi 1 memperoleh Surat Pencatatan Ciptaan sekaligus pengakuan resmi dalam ajang tersebut.

Inovasi dari Ruang Kelas
Di tengah geliat inovasi pemerintahan daerah, SDN Pepelegi 1 menunjukkan bahwa kreativitas guru mampu menjawab kebutuhan pembelajaran sekaligus memperkaya ekosistem inovasi Sidoarjo. Semangat #PesatBerkarya yang digaungkan pemerintah daerah tampak terwujud melalui karya-karya yang lahir langsung dari praktik pendidikan di lapangan.

Empat guru SDN Pepelegi 1 berhasil membawa karya inovasinya ke panggung apresiasi, yaitu:
Mardhika Ika Sari, S.Pd. SD. melalui inovasi “Akuabo.”
Ira Alfia, S.Pd. melalui inovasi “Jubesa.”
Fina Tri Novidya, S.Pd. SD. melalui inovasi “Asap Jadi BBM Gembala Pesat.”
Mochammad Chafid Wahdani, S.Pd. melalui inovasi “Metric Kids.”

Selain penghargaan individual, SDN Pepelegi 1 juga menerima penghargaan kolektif sebagai institusi pelopor inovasi daerah atas kontribusinya dalam mendukung Pengukuran IID Kabupaten Sidoarjo 2026.

Dari Apresiasi Menuju Dampak
Apresiasi Kontributor Inovasi Sidoarjo 2026 tidak hanya menjadi panggung penghargaan. Acara tersebut juga menegaskan arah kebijakan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo: inovasi harus berkelanjutan dan memberi manfaat langsung bagi warga, bukan sekadar pemenuhan laporan administrasi.

Dalam sambutannya, Plt. Bupati Sidoarjo H. Subandi menekankan bahwa setiap inovasi harus menjawab persoalan nyata masyarakat, khususnya dalam penanganan kemiskinan, pengangguran, dan peningkatan kualitas pelayanan publik. Ia menegaskan, keberhasilan sebuah inovasi tidak hanya diukur dari banyaknya program yang dihasilkan, melainkan dari manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat.

Semangat itu sejalan dengan lonjakan jumlah inovasi di Kabupaten Sidoarjo, dari 262 inovasi pada 2025 menjadi 382 inovasi pada 2026. Peningkatan tersebut mencakup berbagai instansi, puskesmas, kecamatan, hingga lembaga pendidikan.

Budaya Kreatif yang Berkelanjutan
Kepala sekolah bersama jajaran guru SDN Pepelegi 1 menyambut capaian tersebut dengan rasa syukur dan bangga. Bagi mereka, lima penghargaan ini bukan garis akhir, melainkan pijakan untuk menumbuhkan budaya berkarya yang lebih luas di lingkungan sekolah.

“Semoga karya-karya luar biasa lainnya bisa ikutan tampil dan menyusul di tahun depan. Ditunggu, ya, kreativitas hebat dari rekan-rekan pendidik lainnya,” ungkap perwakilan guru SDN Pepelegi 1.

Keberhasilan ini diharapkan memicu lahirnya lebih banyak inovasi pendidikan yang adaptif, berbasis teknologi, serta mengangkat kearifan lokal. Bagi SDN Pepelegi 1, penghargaan tersebut menjadi bukti bahwa perubahan besar dapat dimulai dari ruang kelas—dari guru yang berani mencoba, mencatat karyanya, dan menghadirkan solusi bagi peserta didik serta masyarakat.

Selamat kepada para pendidik SDN Pepelegi 1, Kecamatan Waru, Sidoarjo. Teruslah berkarya dan menginspirasi pendidikan Indonesia.

(Rophy Pareno)