GEBYAR RUPA 2026: Merawat Semangat Sumpah Pemuda Melalui Ekspresi Seni Rupa

GEBYAR RUPA 2026: Merawat Semangat Sumpah Pemuda Melalui Ekspresi Seni Rupa
Foto: Pameran seni rupa “GEBYAR RUPA 2026” resmi dibuka pada Rabu (28/10/2026) dan berlangsung hingga 8 November 2026 di Galeri Surabaya, kawasan Surabaya Creative Hub eks THR, Surabaya.

SURABAYA, FileNews.id -Di tengah lanskap kota yang terus berubah, semangat persatuan Sumpah Pemuda menemukan ruang baru untuk berbicara: bukan melalui pidato, melainkan warna, garis, tekstur, dan imajinasi. Pameran seni rupa “GEBYAR RUPA 2026” resmi dibuka pada Rabu (28/10/2026) dan berlangsung hingga 8 November 2026 di Galeri Surabaya, kawasan Surabaya Creative Hub eks THR, Surabaya.

Pameran ini diinisiasi oleh Gerakan Perupa Antar Kota (GEPRAK) bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (DisbudporaPar) Kota Surabaya. Lebih dari sekadar peringatan Hari Sumpah Pemuda, acara ini dirancang sebagai ruang perjumpaan antara seniman, masyarakat, dan ekosistem kreatif lokal.

Dua Puluh Delapan Perupa, Satu Ruang Dialog
GEBYAR RUPA 2026 menghadirkan 28 perupa dengan 35 karya. Angka 28 dipilih secara sadar untuk merujuk pada 28 Oktober, tanggal bersejarah ketika para pemuda Indonesia menegaskan satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa pada 1928.

Karya yang dipamerkan tidak dibatasi oleh satu gaya atau aliran tertentu. Pengunjung akan menemukan ragam objek, pendekatan visual, teknik, hingga karakter penciptaan yang mencerminkan kebebasan berekspresi para seniman. Keragaman itu justru menjadi inti kuratorial pameran: perbedaan tidak dipertentangkan, melainkan dipertemukan dalam satu ruang dialog visual.

Muit Arsa, penyelenggara sekaligus peserta pameran, menegaskan bahwa seni rupa dapat menjadi bahasa persatuan. Menurutnya, perbedaan latar belakang, gaya, dan teknik para perupa dipersatukan dalam satu ruang yang sejalan dengan nilai kebinekaan dalam Sumpah Pemuda.

Seni sebagai Praktik Kepemudaan
Bagi GEPRAK, pameran ini bukan sekadar menempatkan karya di dinding galeri. Ia adalah upaya menghidupkan kembali semangat kepemudaan sebagai praktik yang terus bergerak—melalui keberanian berpikir, berkarya, berkolaborasi, dan memberi kontribusi nyata bagi masyarakat.

“Semangat kepemudaan tidak berhenti pada peristiwa sejarah, melainkan harus terus diwujudkan melalui keberanian berpikir, berkarya, berkolaborasi, dan kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujar Muit Arsa.

Pernyataan itu menegaskan posisi seni rupa bukan sebagai pelengkap estetika kota, melainkan sebagai medium refleksi sosial. Dalam konteks Surabaya, kehadiran pameran di eks THR juga memperkuat fungsi kawasan tersebut sebagai ruang publik kreatif, tempat warga dapat bertemu dengan karya seni tanpa jarak yang kaku.

Kolaborasi untuk Ekosistem Seni Lokal
Kolaborasi GEPRAK dengan DisbudporaPar Kota Surabaya bertujuan memperkuat ruang apresiasi publik, mengedukasi masyarakat, serta membangun peradaban kota melalui seni. Kehadiran GEPRAK dalam pameran-pameran seni di Surabaya juga telah lama menjadi bagian dari upaya menjaga pergerakan perupa lokal dan memperluas akses publik terhadap seni rupa.

Galeri Surabaya di kawasan eks THR sendiri baru saja mengemerg sebagai ruang baru bagi perjumpaan seniman dan masyarakat. Pameran peresmian “Jejak Warna” pada September 2026, misalnya, menampilkan 55 lukisan dan dua instalasi dari 49 seniman lintas daerah, menandai posisi galeri ini sebagai bagian dari ekosistem seni kota.

Harapan bagi Generasi Muda
Melalui GEBYAR RUPA 2026, penyelenggara berharap generasi muda tidak berhenti pada posisi sebagai penikmat seni. Mereka didorong untuk mengenali potensi kreatifnya, terlibat dalam kegiatan budaya, dan mengambil peran dalam memajukan kebudayaan Indonesia.

Dalam bahasa sosiologis, pameran ini menawarkan sebuah ruang perantara: tempat memori kolektif tentang Sumpah Pemuda diterjemahkan menjadi tindakan kultural masa kini. Dalam bahasa yang lebih sederhana, ia mengingatkan bahwa persatuan tidak hanya diucapkan, tetapi juga dapat digambar, diwarnai, dan dirasakan bersama.

GEBYAR RUPA 2026 berlangsung dari 28 Oktober hingga 8 November 2026 di Galeri Surabaya, Surabaya Creative Hub (eks THR), Surabaya.

(Rophy Pareno)