Podcast “SEMEJA” Hadir dengan Diskusi Ringan di Tengah Persaingan Konten Digital

Podcast “SEMEJA” Hadir dengan Diskusi Ringan di Tengah Persaingan Konten Digital
Foto: Kolaborasi antara Rumah Broadcast Indonesia, yayasan Daarul Quran Wisatahati Jatim, & MEZ STUDIO. Tampak dari kiri ke kanan ; Didi Adhiyaksa (owner RUMAH BROADCAST INDONESIA) Ust Raditya Tribuwono, SE (pimpinan Daarul Qur'an Wisatahati Jatim) & dr Ashon Sa'adi, SpOG (owner MEZ STUDIO)

SURABAYA, FileNews.id-Industri podcast Indonesia kian ramai, tetapi tidak semua mampu menghadirkan obrolan yang menghibur sekaligus memberi jalan keluar atas persoalan masyarakat. Dari Surabaya, kolaborasi Rumah Broadcast Indonesia, Yayasan Daarul Qur’an Wisatahati, dan MEZ Studio meluncurkan Podcast SEMEJA, program bincang digital yang mengusung pendekatan ringan, hangat, dan solutif.

SEMEJA hadir untuk membahas isu-isu populer yang berkembang di tengah masyarakat. Bedanya, podcast ini tidak berhenti pada sensasi atau opini dangkal. Setiap episode dirancang menyingkap akar persoalan, menghadirkan perspektif yang menenangkan, serta menawarkan solusi yang relevan bagi pendengar.

Program ini dipandu public speaker Didi Adhiyaksa, didampingi Ustadz Raditya Tribuwono, Pimpinan Yayasan Daarul Qur’an Wisatahati. Kombinasi keduanya diharapkan menciptakan suasana diskusi yang komunikatif tanpa kehilangan kedalaman: Didi membawa dinamika percakapan publik, sementara Ustadz Raditya memberi catatan nilai, refleksi, dan sudut pandang edukatif.

Peluncuran di Tengah Geliat Media Digital
Acara peluncuran Podcast SEMEJA dihadiri sejumlah tokoh pers dan penyiaran Jawa Timur. Hadir antara lain Ketua PWI Jawa Timur Luthfil Hakim, Bendahara Umum PWI Jawa Timur Andi Setyawan, Komisioner KPI Jawa Timur Rossy Rahardjo, serta Owner MEZ Studio dr. Ashon Sa’adi, Sp.O.G., Subsp. F.E.R., bersama istrinya, drg. Tanti. Puluhan awak media se-Surabaya turut memeriahkan acara tersebut.

Kehadiran para tokoh tersebut menegaskan bahwa SEMEJA bukan sekadar peluncuran program hiburan digital. Ia juga menjadi ruang silaturahmi lintas generasi antara insan pers, praktisi penyiaran, pelaku kreatif, dan komunitas keagamaan di Jawa Timur.

Dalam sambutannya, Luthfil Hakim menyoroti lanskap persaingan podcast yang semakin ketat. Menurutnya, media audio digital kini tidak lagi menjadi pelengkap, melainkan kekuatan baru dalam menjangkau publik.

“Persaingan podcast saat ini sangat luar biasa. Berdasarkan perbandingan antara lima podcast tertinggi dengan lima media cetak teratas di Indonesia, jumlah pengikut podcast sudah mampu melampaui media cetak,” ujar Luthfil.

Ia menilai, pertumbuhan tersebut menuntut setiap pelaku podcast untuk tidak hanya mengandalkan tren, tetapi juga membangun identitas yang jelas.

“Podcast SEMEJA harus memiliki differentiator atau pembeda yang kuat dibanding podcast lainnya, serta dituntut selalu mampu membaca kebutuhan pasar yang terus berkembang dari waktu ke waktu,” tegasnya.

Membangun Pembeda di Lautan Konten
Persaingan podcast memang tidak lagi sekadar soal siapa yang lebih dulu hadir. Publik kini memiliki banyak pilihan konten, mulai dari bincang-bincang hiburan, politik, kesehatan, hingga pengembangan diri. Di tengah banjir informasi tersebut, SEMEJA berupaya menempatkan diri sebagai ruang percakapan yang tenang namun tajam.

Konsep “semeja” sendiri menghadirkan kesan kedekatan: dua pihak duduk bersama, berbicara terbuka, saling mendengar, lalu mencari makna dari persoalan yang diangkat. Format ini relevan bagi masyarakat yang membutuhkan ruang refleksi di tengah ritme kehidupan digital yang cepat dan penuh tekanan.

Kehadiran unsur keagamaan yang moderat dan edukatif juga menjadi salah satu pembeda SEMEJA. Melalui pandangan Ustadz Raditya Tribuwono, isu-isu sosial diharapkan tidak hanya dibahas dari sisi fenomena, tetapi juga dari sisi nilai, kemanusiaan, dan harapan solutif.

Kolaborasi, Bukan Sekadar Peluncuran
Owner MEZ Studio, dr. Ashon Sa’adi, menyambut positif kehadiran Podcast SEMEJA. Baginya, peluncuran ini seharusnya menjadi awal kerja sama yang lebih luas, bukan sekadar perayaan program baru.

“Kami berharap ke depannya tercipta sinergi berkelanjutan antara SEMEJA dengan berbagai kalangan, termasuk dengan rekan-rekan media yang bernaung di bawah PWI Jawa Timur,” ungkap dr. Ashon.

Kolaborasi antara Rumah Broadcast Indonesia, Yayasan Daarul Qur’an Wisatahati, dan MEZ Studio memperlihatkan pola baru dalam industri kreatif: menggabungkan kapasitas produksi, kedalaman nilai keagamaan-sosial, dan kemampuan distribusi konten digital. Jika dikelola konsisten, model ini berpotensi menghasilkan podcast yang tidak hanya populer, tetapi juga memiliki dampak sosial.

Rangkaian acara ditutup dengan sesi ramah tamah dan diskusi santai antara pengelola Podcast SEMEJA, tokoh yang hadir, serta insan pers Kota Surabaya. Suasana tersebut menegaskan semangat SEMEJA: berbicara dari kedekatan, belajar dari perbedaan, dan mencari solusi bersama.

Tentang Podcast SEMEJA
Podcast SEMEJA adalah program bincang digital hasil kolaborasi Rumah Broadcast Indonesia, Yayasan Daarul Qur’an Wisatahati, dan MEZ Studio. Program ini mengangkat isu-isu populer dengan pendekatan ringan, hangat, dan solutif, serta hadir sebagai ruang diskusi yang mengedukasi dan menginspirasi masyarakat Indonesia. Kontak media dan iklan:
Didi Adhiyaksa — 0817-9122-122

(Rophy Pareno)